LENSAINDONESIA.COM: Tim futsal Jawa Timur berhasil lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 setelah mengungguli dua pesaing terberatnya, yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Bergabung di Grup D, tim futsal Jatim yang diasuh Eko M Purbo berhadapan dengan DKI Jakarta, Jateng dan Jogjakarta.

Dari ketiga tim itu, Jakarta dan Jateng disebut sebagai rival terberat. Pasalnya, mayoritas pemain Jakarta dan Jateng bermain di Pro Futsal League.

Jateng misalnya, sebagian besar pasukannya bergabung di salah satu tim profesional, yakni BJL 2000 Semarang. Sementara pemain Jakarta tersebar di dua tim profesional asal ibu kota, yaitu Cosmo FC, dan Halus FC.

Sedangkan kondisi di Jatim justru sebaliknya. Para pemain Jatim berasal dari hasil penjaringan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dan event-event lainnya. Selain itu, hanya dua pemain yang membela tim profesional. Itu pun bukan pemain reguler.

Selain diperkuat mayoritas pemain yang minim jam terbang di level nasional, tim futsal Jatim memiliki persiapan yang mepet. Mereka menggelar seleksi pada medio September. Pemain hasil seleksi mulai berlatih bersama sejak Oktober.

Meski begitu, Jatim membuka kualifikasi PON XX 2020 dengan mulus. Mereka menggasak Jogjakarta dengan skor telak 11-2, Senin 16 Desember lalu. Sedangkan DKI Jakarta bermain imbang dengan Jateng dengan skor akhir 4-4.

Arek-arek Jatim bermain imbang 2-2 kontra Jateng pada laga kedua, Selasa 17 Desember malam. Game ini sempat terhenti akibat atap GOR ITB Jatinangor yang bocor. Sementara itu, Jakarta menaklukkan Jogja dengan skor 7-4.

Pertandingan terakhir melawan DKI Jakarta menjadi penentu nasib Muzakky Fikri dan kawan-kawan. Seperti yang sudah diprediksi, pertandingan kontra Jakarta berlangsung alot, panas, dan penuh drama.

Delapan kartu kuning, dan tiga kartu merah keluar dari kantong wasit. Jatim sempat tertinggal oleh gol Muhammad Farhan Faudi pada menit keenam. Gol Agung Ma’arif menit ke-13 membuat skot menjadi imbang 1-1.

Selepas itu, Jatim memperlebar jarak lewat gol Muzakky Fikri menit 24, Yuniar Imamto menit 24, dan Singgih Romana Jati menit ke-19, dan 35. Jatim pun menang 5-1. Pada laga lainnya, Jateng menang 4-0 atas Jogja.

Dua kemenangan, dan sekali seri membawa Jatim memuncaki Grup D dengan tujuh poin. Jateng di posisi kedua dengan lima poin. Jakarta, dan Jogja menyusul di posisi ketiga, dan keempat. Jatim pun berhak lolos ke PON XX 2020.

“Alhamdulillah kami bisa lolos ke PON Papua. Dengan persiapan yang mepet, anak-anak mengalami proses, dan progres yang luar biasa selama hampir tiga bulan berlatih,” ujar Eko M. Purbo, Head Coach Tim Futsal Jatim.

Pelatih asal Sidoarjo ini menambahkan, tim futsal Jatim dibangun dengan konsep baru. Konsep ini berbeda dengan tim Jatim yang meraih medali perunggu di PON XIX 2016 lalu di Jawa Barat.

“Dari sisi teknis, konsep yang diterapkan lawan tidak ada hal baru. Sehingga anak-anak lebih mudah mematahkan serangan lawan,” terang Eko.

Manajer tim futsal Jatim, Haris Tofly turut bangga dengan perjuangan, dan pencapaian anak didik Eko M. Purbo. Apalagi persiapan tim futsal Jatim sangat mepet. Praktis hanya dua setengah bulan saja.

“Kami benar-benar bangga dengan pencapaian ini. Ini prestasi yang luar biasa. Walaupun minim persiapan, semangat juang kami benar-benar maksimal. Hal ini karena pemain kami berasal dari Jatim semua,” kata Haris.

Haris menjelaskan, format di kualifikasi PON XX 2020 lebih berat daripada PON sebelumnya. Sebab Jatim harus bertemu dengan tim-tim kuat dari Pulau Jawa, seperti Jakarta, dan Jateng.

“Pada pra-PON sebelumnya tim-tim dari Jawa disebar ke berbagai grup. Kalau sekarang kan dikumpulkan dalam satu grup. Saya bersyukur anak-anak bisa melewati adangan ini. Saya bangga dengan mereka,” imbuh Haris.@fredy