LENSAINDONESIA.COM: Warga sekitar Jl Kalibokor Surabaya Kamis malam (26/12/2019) sekitar pukul 18.30 WIB dihebohkan dengan penangkapan buronan kasus pembunuhan terhadap Suwati (55) seorang wanita pemilik warung kopi di Jl Lakarsantri.

Pelaku yang ditembak mati itu adalah Riandi Prastiawan alias Andik Prasoko (36) warga Jojoran.

Riadi selama ini menjadi buronan setelah melakukan pembunuhan terhadap Suwati pada 2017 lalu.

Sejumlah warga mengaku terkejut karena dalam peristiwa itu terdengar tiga kali suara letusan. Warga sempat mengira letusan tersebut berasal dari suara petasan menjelang tahun baru.

Hal tersebut diungkapkan Sarpan, juru parkir di Toko Mahkota depan Gedung Wanita. “Saya kira tadinyanya suara petasan, karena sebentar lagi tahun baru,” ungkapnya.

Saksi Sarpan menyatakan, sebelum terdengar suara letusan, sempat terjadi keributan di Jl Kalibokor samping Gedung Wanita. “Ternyata ada orang yang ditembak, tapi saya langsung pergi. Takut saya,” ungkapnya.

Saksi juga mengungkapkan, setelah terdengar sura letusan tersebut, dirinya juga mendengar percakapan untuk membawanya ke rumah sakit. “Ayo cepet gowo nang rumah sakit (ayo cepat bawa ke rumah sakit),” ujarnya lebih lanjut.

Saksi juga menyatakan bahwa yang melepaskan tembakan tersebut Polisi yang melumpuhkan penjahat. “Habis ditembak kok langsung ditolong, mungkin itu penjahat yang ditembak,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Santi, dirinya juga mengira letusan yang didengarnya dari suara petasan. “Aku pikir juga petasan Mas, dan ternyata suara tembakan,” ucapnya.

Mendengar penjahat yang ditembak oleh petugas, dirinya berusaha melihat lokasi kejadian. Tapi yang ditembak sudah tidak ada. Katanya dibawa ke rumah sakit,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Riandi Prastiawan alias Andik Prasoko (36) warga Jojoran Gg 1, Kamis (26/12/2019) sekitar pukul 18.30 WIB, harus meregang nyawa, setelah dada kirinya tertembus timah panas petugas.

Tersangka yang menjadi buronan petugas sejak Agustus 2017 lalu ini keberadaannya dikerahui petugas Unit Resmob Satreskrim Polreatabes Surabaya di Jl Kalibokor.

Mengetahui keberadaan buronan kasus pembunuhan itu, petugas langsung melakukan penangkapan. Namun saat akan disergap palaku malah melakukan perlawanan kepada Petugas menggunakan pisau.

“Tersangka ini merupakan DPO kasus Perampokan yang disertai pembunuhan terhadap pemilik warungbkopi di Jl Lakarsantri pada 31 Agustus 2017 lalu,” terang Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho saat memberikan keterangan di RSUD Dr Soetomo.

“Tersangka yang melintas di Jl Kalibokor, saat akan disergap berusaha melawan dan menyerang anggota kami menggunakan senjata tajam, sehingga diberi tembakan peringatan. Namun tersangka tidak menggubris dan terus merangsek menyerang. Karena membahayakan keselamatan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” papar Sandi.

Setelah pelaku ditembak, petugas sempat berupaya memberi pertolongan, namun yang pelaku meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dalam catatan kepolisian, sebelum melakukan aksi perampokan yang disertai pembunuhan, tersangka sempat medekam di Polsek Simokerto dalam kasus narkoba dan Polsek Gubeng karena membawa senjata tajam.@rofik