LENSAINDONESIA.COM: IoT (Internet of Think) saat ini perlu diimplementasikan di industri maupun untuk pemerintahan demi efisiensi di segala lini.

Mengutip data dari Global System for Mobile Communications (GSMA), badan usaha mampu menghemat biaya 4-5% dari seluruh ongkos operasional saat menggunakan IoT. Halnya, PT Pertamina (Persero) mampu mengefisiensi operasional mencapai US$ 2,4 juta (sekitar Rp 34,3 triliun) atau 5% dari total US$ 48,7 juta di tahun 2018. Berikut PT PLN (Persero) yang mampu menghemat Rp 15,41 triliun dari total operasional Rp 308,2 triliun pada periode yang sama.

Ketua Umum ASIOTI ( Asosiasi IoT Indonesia) Teguh Prasetya mengatakan, kini pihaknya gencar mengedukasi pada industri dan pelaku usaha terkait pentingnya menerapkan IoT. Sebab penerapan IoT bisa mampu mengurangi cost sekaligus menambah efisiensi organisasi.

“Tak hanya korporat saja, pemerintah juga bisa memeroleh manfaat IoT untuk memangkas cost operasional pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Kamis (26/12/2019).

Ia menambahkan, penerapan IoT juga ia terapkan selama tahun 2019 melalui bendera PT Alita Praya Mitra, karena ia menjabat sebagai Chief Operation Executive (CEO).

Saat itu, sosialisasi yang dilakukannya diawali dengan menggiring kebutuhan klien potensial, kolaborasi teknologi dan ekosistem dengan berbagai mitra, tingkatkan ekosistem melalui komunitas, sinergi dengan pemerintah, publikasi melalui media dan sosial media, hingga memperoleh feedback dari klien.

“Layanan dan solusi Alita kini telah mencakup semua provider telekomunikasi, penyiaran, dan pemerintahan serta perusahaan besar yang merupakan klien utama,” tegasnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengungkapkan, pentingnya edukasi pasar badan usaha tentang pemanfaatan IoT. Di tahun 2020, pemain IoT harus gencar blusukan ke badan usaha.

“Jika IoT diimplementasikan dan tepat sasaran untuk menyelesaikan masalah, maka badan usaha dapat melakukan penghematan signifikan,” tandasnya.

IoT dorong daerah menuju Smart City

Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi memaparkan penerapan IoT guna mewujudkan Tegal Smart City.

Ia menyampaikan, Kota Tegal sudah memiliki banyak layanan inovatif berkaitan dengan layanan publik. Di antaranya Jakwir Cetem (Aja Kosih Wira Wiri Cepat Tepat dan Mudah) yang merupakan aplikasi berbasis mobile, cloud, dan iOT yang bersinergi dengan salah satu layanan transportasi online untuk antar dokumen kependudukan.

“Dengan aplikasi itu, pendudukan tak perlu datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mengurus dokumen kependudukannya. Cukup dengan smartphone, dokumen langsung diantar ke rumah warga,” tuturnya.

Saat diluncurkan pada 21 Oktober 2019 lalu, lanjut Jumadi, ia mengklaim Jakwir Cetem telah melayani sebanyak 7.712 kali pelayanan online.

“Tak heran, inovasi ini berhasil mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pengiriman Dokumen Kependudukan Terbanyak Dalam Sehari saat diluncurkan,” jelas Jumadi.@Rel-Licom