LENSAINDONESIA.COM: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jatim tahun 2019 dari realisasi pajak mencapai 15.553.510.044.148,-.

Angka tersebut juga mencapai 104,27 persen dari layanan Samsat tahun ini yang ditutup pukul 00.00 kemarin.

Layanan Samsat tersebut meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp. 6.890.439.193.872,- atau mencapai 108,51 persen. Penerimaan ini melampaui target awal sebesar Rp. 6,35 Triliun. Lalu Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp. 4.232.540.305.900,- atau mencapai 112,72 persen dengan target awal sebesar Rp. 3,75 Triliun.

Selain itu, jenis penerimaan lain datang dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar Rp. 2.374.099.329.438,- rupiah atau sebesar 99,75 persen, Pajak Air Permukaan (PAP) sebesar Rp. 32.879.605.250,- atau mencapai 109,6 persen dan Pajak Rokok sebesar 1.992.207.318.173,- atau mencapai 83,78 persen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa mengatakan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim memberikan energi luar biasa bagi Pemprov Jatim sebab mampu meningkatkan target pendapatannya.

“Tentunya ini menjadi motivasi dan pemacu bagi jajaran Pemprov Jatim untuk terus melayani dengan CETTAR bagi masyarakat terutama di tahun baru 2020,” ujar Khofifah melalui pesan singkatnya, Selasa (31/12/2019).

Ia menambahkan, Bapenda terus menggenjot PAD Jatim dengan berbagai program. Seperti program pemberian keringanan atau insentif pajak daerah (pemutihan) yang belangsung pada 23 September – 14 Desember 2019. Program ini berupa pembebasan sanksi administratif PKB dan BBNKB dan pembebasan bea balik nama kedua dan seterusnya.

“Jumlah wajib pajak yang mengikuti program pemutihan tahun ini mencapai 1.751.837 orang, termasuk 19.984 objek luar daerah yang mendaftar di Jatim. Hasilnya, realisasi penerimaan PKB selama periode pemutihan ini mencapai Rp. 846.304.785.450,- atau sebesar 203,92 persen. Capaian ini melebihi target awal sebesar Rp. 415 miliar,” tandas Khofifah.

Bapenda Jatim juga mengapresiasi Wajib Pajak Patuh dengan memberikan tabungan umroh. Pemberian undian ini untuk wajib pajak patuh yang membayar pajak mulai 6 bulan sebelum jatuh tempo masa pajak. Sehingga tingkat kepatuhan masyarakat pada pajak daerah khususnya PKB akan meningkat.

“Bapenda juga terus memperluas kerjasama untuk layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor bersama mitra (jaringan retail nasional) yakni Indomaret dengan outlet sebanyak 16.900 titik, yang dimanfaatkan oleh 65.323 wajib pajak dengan realisasi penerimaan sebesar Rp. 36.771.201.600,- termasuk 3.343 wajib pajak dari luar Provinsi Jatim,” tuturnya.

Khofifah juga berharap berbagai program ini bisa memudahkan masyarakat membayar pajak sehingga PAD akan meningkat. Naiknya PAD Jatim mampu mensejahterakan perekonomian masyarakat.

“Terimakasih kepada seluruh warga Jatim termasuk berbagai instansi yang berpartisipsi dan menjadi wajib pajak tertib pada program pajak daerah seperti PKB, BBNKB, PBBKB, PAP maupun pajak lainnya, sehingga PAD Jatim di tahun 2019 meningkat. Kami harap peningkatan ini terjadi di tahun mendatang,” pungkasnya.@Rel-Licom