LENSAINDONESIA.COM: Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Jawa Timur menyiagakan 28 perahu karet yang dilengkapi dengan peralatan SAR guna mengantisipasi musibah banjir di musim penghujan.

Wakil Direktur (Wadir) Polairud, AKBP Kobul S Ritonga menyatakan, potensi banjir di wilayah Jatim akibat faktor alam sangat mungkin terjadi. Apalagi, curah hujan diprediksi akan mengalami peningkatan di bulan Februari.

“Data yang kami dapat dari BMKG, bahwa hingga februari nanti, curah hujan akan mengalami peningkatan dan cuaca agak ekstrim, sehingga perlu dilakukan persiapan lebih awal,” terang Kobul S Ritonga saat Apel Siaga dan Pengecekan Peralatan di Mako Polairud Tanjung Perak, Jumat (3/12/2020).

Ritonga menyampaikan, untuk wilayah Surabaya saat ini terdapat 10 titik rawan banjir. Yaitu Benowo, Gunung sari, Wiyung, Kali lamong, Perumahan Citraland, Jl Mayjend Sungkono, Tandes, Jl Perak Barat, Kupang dan Tambak Langon.

“Musibah banjir tidak dapat dipresdiksi, oleh karena itu masing masing personel harus siaga setiap waktu. Oleh karena itu, Polairud selain tugas pokok melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat, juga berfungsi sebagai SAR,” kata Ritonga.

“Kami implementasikan penanggulangan banjir, seperti kita ketahui semua, Ibu kota Jakarta sedang dilanda banjir, kami harap tidak terjadi di Jawa Timur khususnya Surabaya,” tambahnya.

Ritonga menyampaikan, sebagai langkah antisipasi terhadap musibah banjir, pihaknya akan mendirikan posko penyelamatan di Kali Lamong.

Karena itu, Polairud melakukan pengecekan seluruh peralatan yang akan disiagaka di posko penyelamatan agar selalu siap dioperasikan kapan pun.

“Pengecekan kondisi kelayakan peralatan ini sangat penting, sebelum dioperasikan. Terlebih 84 personel SAR sewaktu waktu harus siap menjalankan tugas,” pungkas Ritonga.@rofik