Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Apresiasi penangkapan pelaku baru, IAAC dorong Polri transparan ungkap aktor intelektual kasus Novel Baswedan
Novel Baswedan menutup mata kirinya yang cacat akibat penyiraman air keras. @foto:lokadata
HEADLINE

Apresiasi penangkapan pelaku baru, IAAC dorong Polri transparan ungkap aktor intelektual kasus Novel Baswedan 

LENSAINDONESIA.COM: Institute for Action Against Corruption (IAAC) memberikan apresiasi kepada Polri atas penangkapan pelaku (baru) lapangan penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. IAAC juga mendorong Polri transparan dan profesional mengungkap aktor intelektual kasus Novel ini.

“Mendorong Polri untuk bekerja secara transparan dan profesional untuk mengungkap motif dan aktor intelektual di balik kasus tersebut,” tegas Direktur Ekseskutif IAAC, Dodi Lapihu, Jumat (3/1/2020).

Dari pengalaman tragedi Novel Baswedan, IAAI juga mendorong Pimpinan KPK yang baru dilantik bersama Polri untuk berkomitmen atas
jaminan terhadap keamanan personel KPK.

“Hal ini kami anggap penting karena personel KPK seringkali mendapatkan intimidasi dan teror dalam menjalankan tugasnya.” ungkap Dodi dalam keterangan tertulisnya.

Dodi menegaskan walaupun bukan merupakan bukti hukum, temuan Tim Gabungan yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Idham Azis tentang
peristiwa penyiraman air keras itu terkait kasus-kasus korupsi yang ditangani perlu ditindaklanjuti.

“Dalam laporan tersebut sempat menyebutkan bahwa penyerangan yang dilakukan pada Novel Baswedan berkaitan erat dengan kasus-kasus yang ditanganinya sebagai penyidik KPK,” terang Dodi. Karenanya, pihaknya mendorong tranparansi profesionalitas Polri dalam mengungkap kasus tersebut.

IAAC, lanjut Dodi, juga mengimbau masyarakat agar terus mengawal pengungkapan kasus penyiraman air keras terhada Novel Baswedan tersebut.

“Menyerukan kepada masyarakat sipil agar terus mengawal perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan,” pungkas Dodi. @jrk