LENSAINDONESIA.COM: Petugas Unit Harta Benda (Harda) Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar penipuan berkedok penjualan perumahan syariah.

Kantor PT. Cahaya Mentari Pratama di Jl Rungkut Menanggal Harapan, Surabaya selaku developer pun akhirnya digerebek polisi pada Jumat 3 Januari 2020.

Penggerebekan dilakukan setelah 32 orang yang tergabung dalam paguyuban korban perumahan Syariah, melapor ke Polrestabes Surabaya, atas penipuan tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, dalam penggerebekan tersebut, kantor pemasaran PT Cahaya Mentari Pratama yang berdiri sejak 2015 itu dalam keadaan kosong tanpa ada aktivitas.

“Saat dilakukan penggerebekan, seluruh aktivitas dan karyawan sudah tidak ada ditempat, sehingga dilakukan penyitaan barang bukti yang ada di dalamnya untuk dijadikan barang bukti serta penyidikan,” ungkapnya.

Sandi menyampaikan, terkait kasus penipuan kredit perumahaan syariah fiktif tersebut, pihaknya telah menetapkan Mohammad Sidiq warga Jl Rungkut Asri VII, selaku Dirut PT Cahaya Mentari Pratama sebagai tersangka.

“Di sini kami tetapkan satu orang yakni MS sebagai tersangka,” sebut Sandi.

Mohammad Sidiq dianggap melakukan penipuan karena menjual perumahan yang berlokasi di Desa Kalang Anyar, Sedati Sidoarjo kepada para korban pada hal tanah milik warga yang akan didirikan perumahan itu belum ia beli.

“Tanah yang akan dijadikan lokasi perumahan, masih milik orang lain dan belum ada ikatan jual beli. Dan pihak BPN Sidoarjo sendiri menyatakan belum ada akte jual beli,” papar Sandi.

Dari tersangka, petugas menyita beberapa perangkat komputer, brosur penawaran serta dua buah rekening. “Kami sita dua rekening atas nama perusahan PT Cahaya Mentari Pratama, namun uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi,” pungkas Sandi.@rofik