Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Waspadai minuman obat bius ‘Predator Seksual Setan’ ala Reynard Sinaga
Ilustrasi. @ist
Entertain

Waspadai minuman obat bius ‘Predator Seksual Setan’ ala Reynard Sinaga 

LENSAINDONESIA.COM: Kasus pemerkosaan sesama jenis yang dilakukan Reynard Sinaga, warga negara Indonesia yang bermukim di Inggris, pantas dijuluki hakim sebagai ‘predator seksual setan‘.

Kasus pemerkosaan sesama jenis yang dilakukan Reynard Sinaga, warga negara Indonesia yang bermukim di Inggris, pantas dijuluki hakim sebagai predator seksual setan.

Reynard bukan cuma terbukti memerkosa para pria dalam jumlah menakjubkan lebih dari 190 korban dan semuanya kategori usia dewasa. Bahkan, untuk mempedayai para korban pun dipakai cara-cara akal ‘setan’.

Kasus menggemparkan dunia yang dilakukan anak pengusaha sukses di Jakarta ini juga diklaim sebagai kasus pemerkosaan bukan hanya terbanyak di sepanjang sejarah Inggris, namun juga dunia.

Jalan hidup Reynard yang menempuh pendidikan S2 dan S3 di Manchester dan Leeds ini semain terpuruk. Pengadilan Inggris memvonis hukuman seumur hidup dengan menghukum minimal 30 tahun di Penjara Manchester.

Lantaran Reynard mempraktikkan kejahatannya menggunakan akal ‘setan’, praktis tidak sulit bagi alumni S1 Universitas Indonesia (UI) ini, dalam menghadapi setiap korbannya. Kendati pun postur tubuh Reynard biasa-biasa, sementara para korban semua pria berusia perkasa antara 18 sampai 36 tahun.

Bagaimana Reynhard menggunakan akal ‘setan’-nya? Dalam persidangan, terungkap Reynard memilih menggunakan obat bius untuk bisa dengan mudah membuat para korbannya tidak berdaya. Rata-rata korbannya tidak sadarkan diri selama pria ini melampiaskan hasrat seksualnya.

Nama obat tersebut terungkap, Gamma hydroxybutyrate (GHB). Semua obat ini diproduksi untuk tujuan medis, namun belakangan di sejumlah negara di Eropa dilarang beredar.

Dokter Adiksi, dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) Jakarta, dr Hari Nugroho, M.Sc, menyebut obat bius GHB biasanya dipakai oleh para pelaku di klub malam untuk mengincar sasaran.

“GHB ini dikenal sebagai rape drug di klub malam mengincar seseorang untuk menawarkan minuman yang dicampur GHB ini,” ungkap Hari dilansir VIVA, 7 Januari 2020.

GHB juga disebut Hari, sebagai liquid ecstasy karena jenisnya cair. GHB kerap digunakan untuk perbuatan jahat, khususnya prilaku seksual. Karena sifatnya yang cair dan cenderung tidak memiliki rasa, sehingga mudah dicampur dalam minuman apa pun.

Karena itu, banyak korban Reynard tidak sadarkan diri setelah minumannya oleh Reynhard dicampur obat bius itu secara diam-diam.
GHB ini biasanya tidak hanya untuk kejahatan seksual, namun juga bisa kejahatan kriminal lain. Menyampurnya dengan minuman dianggap paling efektif, karena GHB sendiri tidak ada rasa.

“Kalau digunakan untuk kejahatan atau pemerkosaan memang kecenderungannya dicampur, untuk menyamarkan, kalau tidak dicampur GHB
ini bisa bikin semacam rasa terbakar,” kata Hari.

Publik sangat penting untuk mengetahui cara menghindarinya. Cara paling efektif agar terhindar dari niat jahat orang lain, maka siapa pun jangan mudah menerima pemberian minuman dari orang yang tidak dikenal atau baru dikenal.

“Cara menghindarinya, dengan menolak, kaya kasus kasus pembiusan di terminal ketika ditawarkan minuman atau hal hal seperti itu pada orang tidak dikenal atau kita baru kenal dan tidak tahu latar belakangnya,” kata Hari.

Namun, paling berbahaya ketika yang berbuat jahat justru orang-orang yang sudah dikenal dan dipercaya. Pasalnya, GHB ini cenderung tidak berwarna dan tidak berbau.

“Memang jadi berbahaya ketika dilakukan oleh orang yang dikenal,” kata Hari. Tentu, harus tetap memperhatikan jika ada gelagat mencurigakan dalam situasi tertentu, terutama apabila menerima tawaran minuman orang orang baru dikenal. @licom_09