Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Imigrasi Bandung siap deportasi dua WN Pakistan keliling liar berkedok cari sumbangan Masjid
Dua warga negara Pakistan berkeliaran di Jawa Barat melanggar dokomen keimigrasian (rompi orange). Kepala Kantor Imigrasi Bandung Uray Avian menyampaikan pihaknya segera memberi sanksi deportasi. @caca
Hukum

Imigrasi Bandung siap deportasi dua WN Pakistan keliling liar berkedok cari sumbangan Masjid 

LENSAINDONESIA.COM: Kantor Imigrasi Kelas1 A TPI Bandung mengamankan dua warga negara (WN) Pakistan yang terbukti menyalagunakan izin tinggal tinggal keimigrasan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Bandung. Dua warga asing ini terungkap beroperasi minta sumbangan ke para jamaah masjid, ternyata hanya kedok. Kini, keduanya segera dideportasi ke luar Indonesia.

Dua WNA pria itu bernama Rab Nawaz nomor pasport BR9611943, dan Abdul Ghafoor Hakir nomor pasport AP5166374. Hasil pemeriksaan Imigrasi untuk pengawasan orang asing, keduanya terbukti tinggal di Indonesia secara liar melanggar pasal 122 huruf a nomor: 6 Tahun 2011 Undang-Undang Keimigrasian.

Kepala Imigrasi Kelas1A Bandung Uray Avian membenarkan pihaknya mengamankan dua warga negara Paskistan itu. Awalnya, petugas Imigrasi mengendus pelanggaran izin tinggal kedua warga Pakistan itu, setelah menerima laporan masyarakat.

Ketua DKM Masjid Cipaganti Jalan Cipaganti Kota Bandung melapor kepada petugas Imigrasi, tentang kegiatan mencurigakan kedua warga Pakistan itu. Kedua mendatangi para jamaah masjid untuk minta sumbangan dengan dalih kegiatan pembangunan masjid di Pakistan. Untuk meyakinkan sasarannya, kedua warga asing itu menyebarkan proposal dilengkapi foto-foto pembangunan masjid di Pakistan.

Tim pengawasan orang asing (TIMPORA) kontan bergerak cepat begitu menerima laporan Ketua DKM. Akhirnya, TIMPORA berhasil menangkap kedua pria berpostur tubuh tinggi itu. Saat itu, tepatnya Sabtu, 14 Desember 2019. Mereka ini langsung ditahan di Kantor Imigrasi.

“Karena kegiatan keduanya mencurigakan meminta sumbangan ke para jamaah masjid, kami langsung amankan dan bawa ke Kantor Imigrasi di Ruang Deteni,” ungkap Uray Avian di Kantor Imigrasi Bandung.

Menurutnya, saat dilakukan pemeriksaan keduanya mengakui meminta bantuan sumbangan dengan alasan untuk pembangunan masjid di Pakistan. Keduanya juga mengakui menyebarkan proposal yang berisikan foto-foto pembangunan masjid di Pakistan, dengan dalih untuk
meyakinkan para donatur saat meminta sumbangan.

Kepala Imigrasi itu juga memaparkan, bahwa kedua WNA Pakistan tersebut menggunakan izin tinggal untuk beberapa kali perjalanan
VKBP(D212) 60 hari yang masih berklaku, dengan sponsor PT. Alif Asia Afrika dalam rangka bisnis.

Kenyataannya, keduanya tidak melakukan bisnis justru malah meminta-minta sumbangan.

“Kedua WN Pakistan tersebut melakukan penyimpangan pasal 75 ayat(2) huruf a dan f Undang –Uandang No. 6 Tahun 2011 tentang
Kemigrasian, kami kenakan tindakan administratif yaitu deportasi dan penangkalan,” tutur Uray Avian. @caca