Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Minta bantuan Anies dan jadi “PR” Walikota Bekasi, banjir surut giliran sampah menggunung di jalan-jalan
Sampah peralatan rumah tangga yang rusak akibat banjir menggunung di banyak titik di Kota Bekasi. @
HEADLINE

Minta bantuan Anies dan jadi “PR” Walikota Bekasi, banjir surut giliran sampah menggunung di jalan-jalan 

LENSAINDONESIA.COM: Usai genangan air banjir di pemukiman Kota Bekasi menyurut, kini giliran sampah dan lumpur kembali menyusahkan warga. Praktis, kondisi ini hingga Jumat (10/01/2020) masih ada yang menjadi  “PR” Pemerintah Kota(Pemkot) Bekasi.

Secara bertahap dan bergilir, Pemkot Bekasi bersama TNI dan Polri sudah bergerak membersihkan sampah dan lumpur di sejumlah titik lokasi banjir, menggunakan mobil Pemadam Kebakaran Kota Bekasi dan water canon milik Polres Metro Bekasi Kota.

Pantauan di lapangan, sampah sempat amat mengganggu lantaran kondisinya menumpuk sejak Kamis (09/01/2020), seperti di pinggir jalan menuju Jalan Baru Underpas, Durenjaya, Bekasi Timur dan pemukiman serta perumahan warga yang terendam banjir.

Di kawasan jalan itu, sampah seperti prabotan rumah tangga yang rusak akibat terendam banjir, memenuhi hampir setengah badan jalan. Bahkan, banyak pula sampah mulai kasur hingga tempat tidur rusak berserakan di jalan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. @foto: istimewa

Salah satu warga, Burhan (54) mengiritisi Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Bekasi, lantaran tidak segera membersihkan dan mengangkut
sampah – sampah yang menggunung di pinggir jalan itu. Bukan cuma mengganggu situasi lalu lintas, namun kondisi setempat jadi jorok, bahkan dikhawatirkan menambah potensi sumber penyakit.

“Selain bau dan kotor juga merusak keindahan kota,” kata Burhan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Yayan Yuliana menanggapi hal itu, dirinya mengakui jika sampah memang banyak menumpuk di beberapa ruas jalan dan pemukiman warga. Pihaknya sudah menjadikan kondisi tersebut menjadi prioritas kerja paska banjir surut.

Yayan juga mengaku sampah dan lumpur akibat banjir itu belum semuanya terangkut. Alasannya, volume sampah akibat banjir belakangan, tidak berimbang dengan jumlah armada maupun kapasitas daya angkut. Menurutnya. Hambatan lain juga masalah “overload” Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Sumurbatu milik Pemkot Bekasi.

“Banyaknya wilayah yang terdampak banjir dan terbatasnya armada dan petugas. TPST Sumurbatu sudah penuh, tapi kita berupaya keras
semua terangkut dan dibersihkan,” kata Yayan.

Sementara itu, rencana Walikota Bekasi meminta Gubernur Anies Baswedan memberikan ijin Kota Bekasi membuang sampah di TPST
Bantargebang milik Pemprov DKI Jakarta mendapat respon dari Anies.

“Enggak masalh [buang sampah di TPST Bantargebang]. Ini adalah Republik Indonesia, ini bukan Republik Jakarta, Republik Bekasi. Ini republik, ini tanah kita, ini warga kita, ini adalah tanggung jawab kita. Jadi, kami di DKI tidak mau berpikir terkotak-kotak,” kata Anies kepada awak media di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020). Praktis, sikap Anies melegakan warga Kota Bekasi.

Apalagi, Anies juga menyatakan kesulitan yang ada di Bekasi maupun daerah lainnya merupakan permasalahan bagi bangsa Indonesia.

“Masalah yang dihadapi saudara kita di Bekasi adalah masalah kita, begitu juga masalah di Jakarta. Jadi, enggak ada masalah [Pemkot Bekasi buang sampah di Bantargebang),” kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu memang mengaku sudah ada komunikasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan Pemkot Bekasi untuk membahas hal tersebut. Sehingga, Pemprov DKI segera menindaklanjuti permintaan Pemkot Bekasi.

“Nanti kami akan bantu Bekasi, termasuk ada kebutuhan alat-alat nanti kami akan pinjamkan supaya nanti bisa mengelola sampahnya
di sana (Bantargebang),” tuturnya.

Meski Gubernur DKI ini memberikan lampu hijau untuk mengatasi sampah terdampak banjir, namun dirinya tetap bertindak prosedural,
meminta Pemkot Bekasi harus mengurus persyaratan administrasi terkait membuang sampah di Bantargebang.

“Tentu, ada urusan administrasinya, ya, ada surat, tapi itu menyusul. Yang penting kita saling bantu. Jadi, permintaan dari Pak Wali Kota akan kita penuhi,” tegas Anies. @sofie