Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Di Polda Jatim puluhan member nyatakan MeMiles bukan investasi bodong
Member Memiles mendatangi Mapolda Jatim, Selasa (14/01/2020). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE UTAMA

Di Polda Jatim puluhan member nyatakan MeMiles bukan investasi bodong 

LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 25 member MeMiles asal Jakarta dan Bekasi Jawa Barat mendatangi Mapolda Jawa Timur, Selasa (14/01/2020) siang.

Puluhan member menyatakan bahwa MeMiles bukan investasi bodong, melainkan aplikasi iklan online.

Kedatangan para member itu juga untuk memberikan dukungan terhada owner MeMiles, Kemal T alias Sanjay.

Selain terhadap Sanjay, para member ini juga memberikan dukungan kepada tiga orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka diantaranya, F Suhanda (Managing director), Eva (Master Leader), dan Prima selaku IT di MeMiles.

Menurut Ichsan Azis (38) member asal Bekasi, bahwa aplikasi MeMiles bukanlah investasi bodong yang merugikan para member seperti yang diberitakan selama ini.

“Sejak kami bergabung dengan MeMiles, kami sama sekali dirugikan. Bahkan kami merasa diuntungkan dengan aplikasi ini,” terang Ichsan, saat ditemui di depan Mapolda Jatim.

Ichsan juga menerangkan bahwa keuntungan yang ia maksud bukan soal reward yang didapat dari aplikas jasa iklan tersebut.

“Melalui applikasi MeMiles saya memasang iklan dan mudah laku, dan itu bukan hanya sekali, tapi sudah beberaoa kali saya pasang iklan disitu, itulah keuntungan yang kami dapat,” tambah Ichsan.

Disinggung dengan reward yang dijanjikan pihak MieMiles sendiri, Ichsan dengan tegas tidak mengharapkan hal tersebut. “Namanya reward itukan,  bonus, kalau dapat syukur  tidak juga tidak masalah, bukan itu tujuan kami,” ungkapnya lebih lanjut.

Terkait soal member lain yang merasa dirugikan dan melapor ke Polda Jatim, Ichsan berpendapat, itu bisa saja disebabkan karena kurangnya informasi yang didapat.

“Itu terjadi karena mereka masuk dengan cara yang salah, dengan ditawarkan investasi oleh orang yang mem-folow up, padahal itu bukanlah pruduknya. Pruduknya adalah menjual slot iklan,” pungkas Icsan.

Sementara, Yan Hendra salah satu member lainnya menerangkan, reward yang ditawarkan merupakan strategi marketing MeMiles. “Saya menilai, itu hanya strategi marketing, supaya orang tertarik menggunakan applikasi MeMiles ini,” ujarnya

Hendra menjelaskan, dalam aplikasi MeMiles tersebut, para member hanya membeli slot iklan, yang mana daoat menawarkan produk yang akan dijualnya. “Disini ada sekitar 264 ribu member, jadi apa yang kita iklankan orang yang menjadi member ini akan melihat dan kesemoatan laku lebih besar. Dan ini keuntungan yang kami rasakan,” tuturnya.

Bersama rekannya, Hendra berharap agar kasus tersebut segera selesai, dan MeMiles dapat beroperasi kembali.

“Kami berharap segera selesai dan applikasinya bisa digunakan lagi, karena kami justru merasa dirugikan dengan tidak beroprasinya MeMiles pungkas pria yang sudah bergabung selama 2 bulan tersebut.

Terkait perekrutan member, Hendra menjelaskan setiap mamber dapat merekomndasikan member baru untuk membeli slot iklan yang diperntukan menawarkan produknya secara online

“Jadi kalau saya merekomendasikan member baru, management akan memberikan bonus 10 persen dari nilai pembelian slot iklan dan itu dapat berlaku secara continue.” Pungkasnya.@rofik