Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dirjen Pajak serahkan 2 direktur pengemplang pajak Rp 5,5 M ke Kejari Surabaya
Kedua direktur pengemplang pajak diserahkan ke Kejari Surabaya (rofik)
HEADLINE

Dirjen Pajak serahkan 2 direktur pengemplang pajak Rp 5,5 M ke Kejari Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Penyidik Direktorat Jenderal Pajak Jatim, Rabu (15/1/2020) menyerahkan dua tersangka pengemplang pajak ke Kejari Surabaya.

Kedua tersangka, Ronald Ferdinan (46) asal Depok Jawa Barat, yang menjabat Direktur PT Ramando Putra Pratama (RPP) di Jl Perak Barat, dan Teguh Setyobudi (54) warga Jl Krembangan, Direktur PT Budi karya Mandiri (BKM) di Jl Babakan Rukun Dupak.

Kakanwil Ditjen Pajak Eka Sila Kusna Jaya mengatakan, kedua tersangka yang telah menarik pajak dari konsumennya, tidak membayarkan ke pemerintah sehingga merugikan negara.

“Hari ini kami melimpahkan dua berkas dengan tersangkanya RF dan TS, dalam kasus tindak pidana pajak,” terang Eka Sila Kusna Jaya saat memberikan keterangan di Kejari Surabaya.

Menurutnya, Ronald Ferdinan adalah Direktur PT RPP yang bergerak dalam jasa dan pengadaan, sejak 2011 hingga 2012 terbukti sengaja tidak menyetorkan pajak (Pajak Pertambahan Nilai/PPN) sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara Rp 3,9 miliar.

“Modus yang dilakukan tersangka, sudah memungut PPN dari konsumen tetapi tidak disetorkan ke negara,” tambahnya.

Sementara Teguh Setyobudi Direktur Utama PT  BKM dalam melakukan kejahatannya, terbukti sengaja menerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya atau menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) massa PPN yang isinya tidak benar pada tahun 2014 sehingga menimbulkan kerugian negara Rp 1,64 miliar.

“Modus yang dilakukan perusahaan tersangka tidak ada kegiatan usaha (bodong) namun menerbitkan faktur pajak, padahal tidak disertai pembelian barang dan tidak ada pembayaran secara riil,” sambung Eka.

Sementara Kepala Kejari Surabaya Anton Delianto mengatakan, dalam kasus ini pihaknya telah menunjuk 8 jaksa dari pidana khusus (Pidsus), gabungan dari Kejati Jatim dan Kejari Surabaya.

“Delapan jaksa ini yang nantinya akan menyidang tersangka, dan saat ini kami masih melakukan penelitian, dan secepatnya dilimpahkan ke pengadilan negeri (PN) Surabaya,” ujarnya.

Pihak koordinator pengawas (Korwas) Polda Jatim yang turut melakukan pelimpahan tahap II (barang bukti dan tersangka), menyebut tersangka Ronald Ferdinan sempat mangkir dari panggilan penyidik dan melarikan diri, sehingga dilakukan penetapan daftar pencarian orang (DPO).

“Setelah mangkir dan melarikan diri, pada 8 November 2019, kami keluarkan DPO dan tersangka RF dapat kami tangkap pada 22 November 2019 di tempat tinggalnya di Depok,” ungkapnya saat turut dalam pelimpahan tahap II.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Ronald ditetapkan sebagai tersangka. “Pada 23 November 2019, statusnya kami naikkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan,” pungkasnya. @rofik