Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kasus dugaan pencabulan santriwati, massa dukung penegakan hukum sesuai prosedur
Ratusan massa Ponpes Shiddiqiyyah mendatangi Mapolres Jombang. FOTO: obi-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Kasus dugaan pencabulan santriwati, massa dukung penegakan hukum sesuai prosedur 

LENSAINDONESIA.COM: Ratusan massa dari salah satu pondok pesantren mendatangi Mapolres Jombang, Rabu (15/01/2020).

Kedatangan para santri tersebut terkait masalah kasus dugaan pencabulan yang melibatkan rekan mereka. Massa meminta penegakan hukum dilakukan sesuai prosedur tanpa melibatkan nama pondok pesantren. Sebab, kasus tersebut merupakan masalah pribadi.

Selama di mapolres, massa sempat menggelar doa bersama sebelum audiensi dengan pihak kepolisian.

Juru bicara aksi damai dan doa bersama, Mohammad Sholeh mengatakan, kedatangan di mapolres untuk menggali secara langsung kepada sumber yaitu pihak Polres Jombang tentang prosedur dan proses hukum yang sedang dilakukan.

“Kami memastikan proses hukum berjalan apa adanya tanpa intervensi pihak manapun. Tadi aksi kami lakukan dengan doa bersama karena kami memang diajari tentang bagaimana bersikap, terdidik dengan berdoa,” tuturnya kepada lensaindonesia.com usai audiensi dengan Wakapolres Jombang.

Sementara itu, Wakapolres Jombang Kompol Budi Setiyono menyampaikan, bahwa kedatangan massa yang mengatasnamakan dari pihak terlapor untuk meminta klarifikasi terkait persoalan hukum.

Kepada massa Budi pun menegaskan bila penanganan kasus sudah sesuai prosedur dan mekanisme.

“Persoalan penanganan hukum ini sudah sesuai prosedur, tidak ada penekanan-penekanan dari pihak manapun mulai dari penerimaan oleh korban dan lanjut hingga gelar perkara hingga penetapan tersangka dan pemanggilan sudah sesuai prosedur,” ungkapnya.

Seperti diketahui, MSA (39), warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap seorang santriwati Ponpes Shiddiqiyyah.

Kasus ini dilaporkan ke Polres Jombang sekitar November 2019 lalu.

tersangka pencabulan anak di bawah umur, terancam dijemput paksa oleh Polres Jombang. Pasalnya, tersangka yang juga anak kiai ternama di Kabupaten Jombang tersebut sudah dua kali tidak menghadiri panggilan polisi tanpa alasan jelas.