LENSAINDONESIA.COM: Aksi penggelapan mobil carteran kembali terjadi. Kali ini yang menjadi korban adalah Dohri (40) warga Jl Petemon Timur, Surabaya.

Mobil Daihatsu Xenia Matic berwarna silver L 1914 TY milik Dohri dibawa kabur oleh seorang pelaku yang menyaru sebagai konsumen (penyarter).

Kasus penggelapan mobil ini bermula saat Dohri mendapat menerima order melalui telepon dari seseorang bernama Abdus yang membutuhkan mobil carteran untuk dibawa ke Banyuwangi pada 11 November 2019 lalu.

“Dengan perantara M Nuril mobil akan dipakai oleh Bachtiar Suhendra,” ungkap Dohri kepada wartawan di Surabaya, Senin (13/01/2020).

Dengan kesepakatan harga sewa Rp 2 juta, Dohri pun menjemput Bachtiar pada pukul 20.00 WIB di kawasan Kedungcowek Surabaya.

Saat sampai di Jember sekitar pukul 03.00 WIB pada 12 November 2019, Dohri yang mengemudikan mobil diajak ke rumah teman Bachtiar yang bernama Hamim.

Karena masih subuh, oleh Bachtiar, Dohri pun diminta menginap di rumah Hamim.

Kemudian, pada Pukul 17.00 WIB Bachtiar meminjam mobil Dohri dengan alasan mau menjemput keponakan dan istrinya. Saat itu, Bachtiar diantar oleh Hamim. Karena tidak menaruh curiha, Dohri pun meninjamkan mobilnya.

“Menjelang maghrib Hamim pulang ke rumahnya diantar Bachtiar yang langsung pergi lagi,” kata Dohri.

Lalu, keesokan harinya Dohri mendapat telepon dari Bachtiar yang mengatakan bahwa dirinya sudah berada di Rogojampi, Banyuwangi.

Mendapat informasi itu, Dohri pun langsung berangkat menuju ke terminal dengan diantar oleh Hamim.

Dari terminal, Dohri berangkat sendiri ke Pasar Rogojampi, tempat yang dijanjikan Bachtiar untuk bertemu.

Nahas, sesampai di Pasar Rogojampi Banyuwangi Dohri tidak menjumpai Bachtiar. Bahkan, saat dihubungi, nomor Bachtiar pun sudah tidak aktif lagi.

Dari sini, Dohri baru menyadari bahwa mobilnya telah dibawa lari oleh Bachtiar. Bahkan hingga saat ini Senin 13 Januari 2020 mobil tidak dikembalikan.

Atas kejadian tersebut, Dohri pun melapor ke Polres Jember pada 15 Nopember 2019 lalu. Laporan tersebut bernomor : STTLP/814/XI/2019/JATIM/ RES JEMBER.

Dohri berharap, pihak kepolisian segera menangkap pelaku.

“Saya ingin pihak polisi wilayah hukum Polres Jember cepat mengusut kasus ini,” harapnya.@rofik