Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pedagang Pasar Kapasan Surabaya keluhkan tagihan angsuran dari pihak ketiga
Pedagang Pasar Kapasan saat hearing di Komisi B DPRD Surabaya, Selasa (14/01/2020). FOTO: iwan-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Pedagang Pasar Kapasan Surabaya keluhkan tagihan angsuran dari pihak ketiga 

LENSAINDONESIA.COM: Pedagang pasar Kapasan Surabaya mengeluh karena tagihan angsuran pembelian buku stan yang tidak wajar.

Tagihan tersebut terkait angsuran pembayaran buku stan pasar kepada PD Pasar Surya melalui pengelola pihak ketiga yaitu PT Surya Nagari Amanah.

“Saya membeli stan melalui PT Surya Nagari Amanah. Itupun tidak ada perjanjian hanya kuitansi saja,” kata Nur Azizah pedagang Pasar Kapasan saat hearing di Komisi B DPRD Surabaya, Selasa (14/01/2020).

Ia mengungkapkan, kalau pada saat mengangsur 30 sampai 40 juta, lalu ia diminta suruh berhenti membayar sampai buku stand keluar.

“Pada saat ada kabar buku stand akan keluar kita di kabari,” ucapnya.

Setelah dapat kabar keluar, lanjut ia mengaku dikenai denda 233 juta di tahun 2012 hingga sekarang sampai naik menjadi 450 juta.

“Uang yang sudah masuk 411 juta jadi sisa 93 juta,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan pedagang, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Lutfhiyah mengatakan sudah ada titik temu antara kedua belah pihak. Pedagang membayar kekurangan sebenar 45 juta, kemudia PT Surya Nagari Amanah juga sudah legowo.

“Artinya ya sudah selesai masalahnya nanti akan diberikan buku stand,” ujar

Politisi Partai Gerindra ini melanjutkan bahwa pihaknya bersama Anggota Komisi B lainya akan melakukan sidak ke lokasi pasar untuk menggali data dan fakta di lapangan.

“Nanti ketika ada permasalahan lagi lalu diundang semua bukti data data harus dibawa (PT Surya Nagari Amanah),” pungkasnya.@wan