Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pusat kucurkan dana recovery korban banjir dan normalisasi Rp4 T, Walikota Bekasi bangkitkan rasa kemanusiaan
Walikota Bekasi Rahman Affendi (pegang HT) menggugah rasa kemanusiaan membantu meringankan warga korban banjir. @foto:sofie
HEADLINE

Pusat kucurkan dana recovery korban banjir dan normalisasi Rp4 T, Walikota Bekasi bangkitkan rasa kemanusiaan 

LENSAINDONESIA.COM: Pemkot Bekasi di bawah kepemimpinan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto semakin giat mendorong bangkitnya rasa kemanusiaan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN. Walikota Rahmat Effendi menginstruksikan ASN dan Non ASN supaya turun ke lapangan untuk membantu warga yang terdampak musibah banjir dengan menjaga Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban (K3).

Walikota Bekasi Rahmat Effendi tidak sekadar melempar instruksi. Namun, ia juga memberi contoh langsung kepada masyarakat yang
dipimpinnya. Di antaranya, Walikota turun sendiri ke lapangan memimpin aksi sosial pengangkutan sampah bekas banjir dengan truk
pengangkut sampah, menormalkan pematusan saluran air, membersihkan lumpur dengan dimasukan ke dalam karung secara serempak di daerah terdampak banjir Kota Bekasi.

Seperti diketahui, pasca banjir melanda di beberapa wilayah di Kota Bekasi banyak menyisakan lumpur dan sampah. Ini seperti dialami di lokasi pemukiman PGP, Villa Jatirasa, Kemang IFI, PML, PPA, Jaka Kencana, Depnaker, Delta, Kemang Pratama, Pekayon, Rawa Panjang, Mawar, Kartini, dan Teluk Pucung.

ASN dan non ASN Kota Bekasi gotong royong membersihkan lumpur bekas banjir di lokasi pemukiman warga. @foto:sofie

Walikota Bekasi pun pada akhir pekan lalu, mengecek langsung di lokasi banjir dari mulai Vila Taman Kartini, Perumahan Kemang 5,
Perumahan Jaka Kencana, Pondok Mitra Lestari, PPA, Kemang IFI, Perumahan AL. Walikota menginstruksikan kepada seluruh aparatur di
lapangan agar terus gotong royong bekerja secara tepat dan dapat bersinergi secara baik dengan warga setempat dan elemen mana pun.

Rahmat Effendi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga yang terdampak musibah banjir ini untuk selalu sabar dan kuat. Ia juga menegaskan, Pemkot akan menyelesaikan permasalahan ini semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan baik secara keilmuan maupun secara anggaran.

Diakui Rahmat Effendi, Kota Bekasi merupakan wilayah terdampak banjir yang serius, karena merupakan daerah yang dilintasi pertemuan dua kali alam, yaitu Kali Cikeas dan Kali Cileungsi dan bertemu menjadi Kali Bekasi. Kali ini merendam seluruh perumahan yang di lintasi saat awal bencana terjadi pada 1 Januari 2020.

“Jadi, dari mulai perbatasan Bekasi Utara sampai dengan perbatasan Jatiasih untuk wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) akan dinormalisasi dan recovery dengan menstandarisasi jarak bangunan atau hunian tempat tinggal dari sungai, yaitu 15 meter. Jika ada bangunan – bangunan yang melanggar, maka catat,” tegas Rahmat Effendi.

Di samping itu, Pemkot Bekasi juga menerima kucuran dana dari Pusat, yaitu alokasi dana dari Kementerian PUPR sebesar Rp4 triliun untuk normalisasi, revitalisasi dan recovery tanggul dan DAS di wilayah Kota Bekasi. Dengan kucuran dana besar itu diharapkan ke depan warga Kota Bekasi tidak lagi mengalami kepedihan mendalam akibat terlanda banjir besar akibat Kali Cikeas dan Kali Cileungsi maupun tanggul-tanggul tidak mampu berfungsi secara ideal. @sofie