Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kemenhub ajak kolaborasi sekolah penerbangan go internasional
Kepala PPSDMPU Kemenhub Heri Sudarmaji saat menyaksikan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara pihak JIT Training & Resources, Sdn. Bhd dan Direktur Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya Achmad Setiyo Prabowo di Gedung Utama Poltekbang Surabaya, Kamis (16/1/2020). FOTO: sarifa-LICOM
EDUKASI

Kemenhub ajak kolaborasi sekolah penerbangan go internasional 

LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terus mendorong sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang penerbangan untuk meningkatkan soft skill, hard skill, knowledge dan attitude, agar bisa go international.

Melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) Kemenhub, upaya itu diwujudkan dalam bentuk kerjasama dengan JIT Training & Resources, Sdn. Bhd dari Malaysia.

Kepala PPSDMPU Kemenhub Heri Sudarmaji menjelaskan upaya go international sesuai harapan dari Presiden RI Joko Widodo bahwa SDM Indonesia harus berusaha masuk ke pasar internasional, tidak hanya di dalam negeri saja. Apalagi dalam tahun 2020-2024 difokuskan untuk pembangunan SDM.

Pihaknya mengaku siap menginisiasi arahan Menhub Bapak Budi Karya Sumadi, di antaranya mengirim SDM di bidang penerbangan yang punya kompetensi, kecakapan dan skill ke luar negeri dengan approve dari European Union Aviation Safety Agency (EASA) Part-147.

“Salah satu market yang potensial dan telah kita lakukan mapping dengan JIT adalah pemenuhan SDM untuk bidang teknik pesawat udara. Kerjasama ini adalah tindak lanjut dari MoU yang telah kami lakukan sejak September 2019 bersama JIT,” ujar Heri usai pertemuan dan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara pihak JIT Training & Resources, Sdn. Bhd dan Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya di Gedung Utama Poltekbang Surabaya, Kamis (16/01/2020).

Kerjasama telah disepakati, sehingga untuk selanjutnya perlu membuat action plan dalam mempersiapkan sejumlah persyaratan agar SDM bidang penerbangan Indonesia bisa memenuhi standar EASA Part-147. Untuk itulah pihaknya sebagai pembina teknis sekolah penerbangan di Indonesia dibawah kementerian Perhubungan mengajak kolaborasi sejumlah sekolah tinggi penerbangan, seperti Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC), Poltekbang Surabaya, Poltekbang Makassar dan Poltekbang Medan untuk menghadapi persaingan tenaga kerja bidang penerbangan di pasar regional dan global di era industry 4.0.

“Untuk memenuhi standar EASA Part-147 dibutuhkan effort yang tinggi. Karenanya kami segera mungkin koordinasi dan melakukan pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas dan kuantitas SDM juga penguatan kelembagaan untuk mengejar standar EASA Part-147 tersebut. Kita tidak boleh terlalu lama, karena market di luar negeri telah menunggu lulusan kita dengan jumlah kebutuhkan banyak sekali,” katanya.

PPSDMPU Kemenhub mendukung penuh upaya go international. Ini penting dan sangat menguntungkan Indonesia. Saat ini kebutuhan dunia khususnya untuk teknisi pesawat udara kurang lebih mencapai 1.164.969 orang sampai tahun 2030 mendatang berdasarkan data dari ICAO. Ditambah lagi, bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2030-2045.

“Kami mendukung penuh arahan Bapak Menhub dan Kepala BPSDM Perhubungan. Indonesia bakal memiliki bonus demografi tahun 2030-2045. Kebanjiran tenaga muda yang produktifitasnya tinggi. Maka kita sebagai lembaga pendidikan vokasi harus link and match dan mempunyai program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar yaitu untuk regulator, operator dan industry, jangan sampai kita salah dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak muda karena dampaknya akan luar biasa. Kalau kita salah mendidik dan memberi ketrampilan kepada anak-anak kita, maka tenaga kerja tersebut tidak akan laku di pasar global.

“Bangsa ini merugi, ini jelas berdampak pada pertumbuhan perekonomian, mebahayakan keutuhan, kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia,” cetus Heri Sudarmaji.

Sementara, pihak JIT Training & Resources, Sdn. Bhd dari Malaysia Imran Ismail mengatakan keterlibatan JIT Training & Resources, Sdn. Bhd adalah sebagai konsultan dan memberikan pembekalan untuk tenaga mahir.

“Kami akan memberikan pendampingan bagi tenaga pengajar di sekolah-sekolah penerbangan untuk meningkatkan kapasitas hingga akhirnya mendapat pengakuan dari EASA agar tenaga-tenaga asal Indonesia bisa masuk ke dunia internasional,” imbuh Imran.

Dalam acara ini, dari sejumlah sekolah penerbangan di bawah naungan Kemenhub RI baru Poltekbang Surabaya yang melakukan MoA dengan JIT Training & Resources, Sdn. Bhd. Namun, selanjutnya akan disusul penandatangan MoA serupa oleh PPIC, Poltekbang Makassar juga Poltekbang Medan.@sarifa