Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Rekrut kaum milenial, PDIP Surabaya ingin tegaskan partainya anak muda
Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono. FOTO: dok
HEADLINE DEMOKRASI

Rekrut kaum milenial, PDIP Surabaya ingin tegaskan partainya anak muda 

LENSAINDONESIA.COM: DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya sedang gencar menyuarakan sebagai partainya anak muda. Bukan hanya untuk kaderisasi, restrukturisasi kepengurusan di tingkat akar rumput juga lebih memberi ruang kepada anak muda.

Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwiyono menyampaikan bahwa kaderisasi untuk menjaring anak muda memang harus dilakukan termasuk untuk rekruitmen pengurus.

“Kita menjaring anggota-anggota baru, open recruitment, bagi anak-anak muda dan bagi segala usia untuk menjadi bagian dari PDI Perjuangan. Dengan tidak membeda-bedakan latar belakang primordial, karena PDI Perjuangan pada dasarnya partai politik yang terbuka untuk semua warga negara Indonesia,” kata Adi Sutarwiyono kepada lensaindonesia, Jumat (17/01/2020).

Untuk rekruitmen pengurus, dikatakan Adi sesuai Peraturan PDI Perjuangan No. 19 tahun 2019, ada ketentuan yang mengharuskan agar pengisian Pengurus Anak Ranting (RW), Ranting (Kelurahan) dan PAC (kecamatan), memberi ruang bagi anak-anak muda.

“Sudah sering disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, juga para senior partai, kami ingin mengembalikan PDI Perjuangan sebagai partainya anak muda. Wadah perjuangan bagi kaum muda,” katanya.

Hal ini menurutnya juga dilakukan dalam upaya persiapan menuju Pilkada Surabaya 2020 yang banyak akan diikuti oleh suara milenial. Karena itu, ia menyebutkan menjaring pemilih muda wajib dilakukan.

“PDI Perjuangan menjaring pemilih-pemilih anak muda. Dan, itu harus dikerjakan mulai sekarang. Pemilu tahun 2024, akan banyak pemilih anak milineal yang sekarang duduk di bangku SMP. Tapi kita memperhatikan memegang batas usia pemegang Kartu Tanda Anggota PDI Perjuangan, yang minimal usia 17 tahun,” terang politisi yang akrab disapa Awi ini.

Menurut Awi, antusiasme anak muda untuk bergabung akan menambah kekuatan elektoral kandidat PDI Perjuangan pada saat Pilkada Surabaya 2020.

“Dari kalangan karang taruna, pelajar, mahasiswa, pegiat kampus, remaja-remaja penggiat keagamaan, sekarang ini banyak yang bergabung dengan PDI Perjuangan Surabaya. Menyiapkan calon pemimpin-pemimpin PDI Perjuangan di masa mendatang, calon pemimpin politik dan masyarakat, mulai sekarang,” katanya.@wan