Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Deklarasi di Patung Suroboyo, Relawan minta Risma calonkan Eri Cahyadi jadi Cawali
Relawan Risma melakukan deklarasi dukung Eri Cahyadi jadi Cawali Surabaya 2020. FOTO: iwan-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Deklarasi di Patung Suroboyo, Relawan minta Risma calonkan Eri Cahyadi jadi Cawali 

LENSAINDONESIA.COM: Setelah memasang baliho dan spanduk di kampung-kampung dan beberapa jalan utama di Surabaya, Relawan Risma melakukan deklarasi di Patung Suroboyo, Minggu (19/01/2020) pagi.

Ratusan warga dari berbagai kampung tersebut mendesak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk mendorong Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi sebagai calon wali kota.

Mereka datang sejak pukul 06.00 WIB dengan membawa poster dan spanduk unik bertulisan Gantikan Risma Itu Mudah, Meneruskan Kebaikannya yang Susah, Kami Percaya Eri Cahyadi Bisa; Seng Ketok Moto, Seng Keroso Nyoto, Suroboyo Wes Tambah Ketoto; Risma Wes Mari, Saiki Wayahe Eri; dan spanduk besar dengan tagar Meneruskan Kebaikan.

Koordinator Relawan Risma Rudi Cahyono mengatakan, Eri Cahyadi adalah cawali yang “Risma Banget”. “Beliau merepresentasikan nilai-nilai Bu Risma seperti berlatar belakang birokrat, teknokrat, pekerja keras, peduli lingkungan, peduli wong cilik, peduli pemberdayaan kampung. Memahami manajemen teknis tata kota, serta keberpihakan total pada warga,” kata Rudi.

Tak hanya itu, sepanjang karirnya di Pemkot Surabaya, kata Rudi, Eri Cahyadi memiliki kontribusi yang nyata dan terukur kepada kota dan warga Surabaya. Eri aktif turun ke kampung-kampung memberdayakan warga dengan program Surabaya Smart City yang menyentuh lebih dari 500 kampung.

Eri Cahyadi, kata Rudi, juga berhasil mendorong naiknya honor untuk juru pemantau jentik (Jumantik) menjadi 4 kali lipat. “Eri Cahyadi saat masih di Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) membangun taman-taman baru, di antaranya Taman Mozaik, jogging track di pinggir Kali Jagir dan Kali Mas, perluasan Taman Harmoni, dan membawa luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) mencapai 21,79 persen dari total luas wilayah Surabaya,” katanya.

Selain itu, kata Rudi, Eri Cahyadi saat menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) telah menjalankan program pavingisasi hingga lebih dari 100 titik. Kemudian saat duduk di Bappeko menginisiasi berdirinya kampung-kampung tematik Surabaya, seperti kampung wisata sejarah di Lawang Seketeng dan Kampung Santri di Ndresmo. “Pak Eri juga yang memimpin pemberdayaan kampung-kampung di Dolly pasca penutupan lokalisasi,” katanya.

Risma, kata Rudi, tak bakal sulit menjadikan Eri sebagai cawali pilihannya. “Bu Risma ini kemana-mana selalu didampingi Pak Eri. Kami tahu sendiri bagaimana kinerja Pak Eri dan Bu Risma memang menjadikannya sebagai salah satu birokrat yang sangat beliau percaya,” katanya.

“Kalau Bu Risma tidak segera mencalonkan Eri Cahyadi sebagai cawali, Surabaya terancam jatuh ke tangan orang yang hanya menjadikan Surabaya untuk kepentingan politik,” imbuh Rudi.

Rudi mengatakan, deklarasi sengaja digelar di Patung Suroboyo karena selain jadi tetenger baru hasil kerja keras Eri Cahyadi dan Risma, patung setinggi 25 meter itu ada di ujung Surabaya. “Sama seperti saat kami mendukung pencalonan Bu Risma sebagai wali kota dulu dengan gerakan utara melangkah. Sekarang kami di tetenger paling ujung Surabaya mendorong Pak Eri Cahyadi melanjutkan kebaikan yang sudah dibangun Bu Risma,” katanya.

Acara deklarasi tersebut dibuka dengan musik patrol. Kemudian diikuti deklarasi parikan dukungan untuk Eri Cahyadi dari Surabaya Timur, Barat, Utara, Selatan, Tengah. Mereka kemudian menggelar beberapa tumpeng. Diawali doa bersama, tumpengan digelar untuk mendoakan Eri Cahyadi dan masa depan Kota Surabaya.@wan