Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gold Winner, AYDA berangkatkan mahasiswa UPN Surabaya ke Harvard
Para peserta ajang Asia Young Designer Awards (AYDA) 2020. Ist
EDUKASI

Gold Winner, AYDA berangkatkan mahasiswa UPN Surabaya ke Harvard 

LENSAINDONESIA.COM: Kerja bareng Nippon Paint, ajang Asia Young Designer Awards (AYDA) siap memberangkatkan Febri Aji Prasetyo dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menuju Harvard Graduate School of Design di Amerika Serikat sebagai salah satu peraih gold winner.

Karya Febri kali ini lolos dalam seleksi dari total 486 karya dari 26 universitas di Indonesia dalam kategori Arsitektur. Selain itu, untuk kategori Desain Interior dimenangkan oleh Greta Elsa Nurtjahja dari Universitas Pelita Harapan.

Para Gold Winner juga layak menerima hadiah uang tunai, magang di perusahaan Arsitek dan Desain Interior ternama, menjadi duta Indonesia untuk bersaing dengan 14 negara.

CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia – Jon Tan mengungkapkan apresiasi kepada Kemenristekdikti RI, praktisi, dan perguruan tinggi atas dukungan pada AYDA.

“Kami berupaya mencetak generasi muda Indonesia yang bisa menjawab tantangan lingkungan alam, sosial, persaingan global, dengan meningkatkan keterampilan hard skill maupun soft skill, sehingga mampu menghasilkan karya – karya nyata bagi masyarakat,” tandas Jon dalam keterangan resminya, Senin (20/01/2020).

Febri Aji Prasetyo, Gold Winner AYDA 2019/20 kategori Arsitektur dari Universitas Pembangunan Nasional menyampaikan, kompetisi ini merupakan ajang sangat menarik dan seru bagi generasi muda, sebab ada ilmu, inspirasi, dan pengalaman yang luar biasa.

“Semoga usai mengikuti kompetisi bergengsi ini, saya mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Indonesia di masa mendatang,” tutur Febri.

Sementara itu, Sibarani Sofian, Juri AYDA Indonesia 2019/20 dan pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Negara menerangkan, untuk mengembangkan industri arsitektur dan desain interior saat ini, penting bagi para desainer muda untuk memiliki skill lebih menyeluruh, dimulai dari kemampuan sketching, menguasai teknologi, dan memahami material, sosial, ekonomi, budaya.

“Beruntung para peserta AYDA yang diberikan serangkaian aktivitas berkonsep ‘Nurturing through Mentoring’, sehingga mereka bisa memperoleh coaching langsung dari para praktisi. Konsep tersebut disiapkan untuk bisa menguasai berbagai kemampuan sebelum akhirnya merancang secara cermat dan komprehensif,” pungkas Sibarani.

Tahun ini, AYDA mengusung tema “Forward; A Sustainable Future” untuk mengarahkan para peserta memiliki kemampuan menjawab berbagai tantangan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan sekitar.@Rel-Licom