Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Pukul istri, Rendy Bester tuduh penegak hukum terima suap 

LENSAINDONESIA.COM: Tidak terima dijadikan sebagai terdakwa dalam kasus pemukulan terhadap istrinya,Tjiang Rendy Bester (63) warga Jl Kertajaya Indah XVII, menuduh penegak hukum telah menerima suap.

Hal tersebut diungkapkan terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (20/01/2020).

saat dirinya menjalani sidang lanjutan dengan keterangan saksi-saksi di ruang Kartika I.

Tercantum tamatan SMA, terdakwa pernah mengaku sering menyelesaikan masalah hukum baik di Kepolisian maupun di Pengadilan beberapa waktu lalu pada wartawan, saat sidang praperadilan tersebut, menyatakan bahwa perkara yang dihadapinya persoalan kecil.

“Ini persoalan kecil seharusnya tidak disidangkan. Ini karena ada oermainan uang,” ucapnya usai mendengar keterangan saksi-saksi.

Terdakwa yang menjalani tahanan luar ini, menyangkal seluruh keterangan saksi dan menyatakan adanya rekayasa. “Semua keterangan saksi ini tidak ada yang benar,” ucapnya.

Meski terlihat jelas dalam rekaman cctv yang diputar dalam sidang terdakwa melakukan beberapa kali pemukulan terhadap Fanni Gisalina (saksi korban) dirinya masih menyangkal.

“Rekaman itu diambil secara sepotong-sepotong oleh saksi (Yurike Susilo), kami minta agar rekordernya dihadirkan dalam sidang. Dan recorder-nya yang ada dikamarnya sekarang sudah tidak ada,” pinta terdakwa Tjiang Rendy Bester.

Menanggapi hal tersebut, saksi Yurike Susilo menyatakan, bahwa sejak terjadi pemukulan yang dilakukan terdakwa terhadap ibunya tersebut dirinya sudah tidak pernah pulang kerumahnya.

“Yang mulia, sejak peristiwa itu saya dan ibu sudah tidak pernah kembali kerumah, karena pintu selalu dikunci dan kami tidak bisa masuk,” tegasnya.

G.W Tody selaku kuasa hukum terdakwa Tjiang Rendy Bester saat dikonfirmasi adanya permainan uang dalam perkara tersebut seperti diungkapkan kliennya dalam sidang, mengaku tidak mendengarnya.” Kalau masalah itu (ucapan) tadi, saya tidak mendengarnya,” elaknya.

Sementara disinggung terdakwa tidak menjalani tahanan dan apakah adanya permainan uang seperti yang dituduhkan terdakwa dalam sidang, Tody mengaku ancaman hukumannya hanya 4 bulan.

“Karena ancaman hukumannya hanya 4 bulan, dan itu diatur didalam KUHAP (boleh tidak ditahan),” pungkasnya.

Diketahui, meski melakukan kekerasan dalam rumah tangga, terdakwa hanya dijerat pasal 44 ayat (4) UU RI no 32 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.@rofik