Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Wartawan investigasi ujaran kebencian Medsos, “apes” difitnah menghina Bekasi
Postingan hoax di fesbook yang mengundang heboh masalah. @foto: sofi
HEADLINE

Wartawan investigasi ujaran kebencian Medsos, “apes” difitnah menghina Bekasi 

LENSAINDONESIA.COM: Seorang wartawan media online di Bekasi, Jawa Barat, Sulaeman memastikan melapor polisi terkait dirinya jadi korban fitnah yang dilakukan salah satu akun Facebook bernama Ki Batra Batra Batra. Pemilik akun ini dianggap bukan cumah merendahkan martabatnya sebagai wartawan yang sedang melakukan investigasi kasus ujaran kebencian terhadap “Warga Bekasi”. Tapi, menebarkan provokasi adu domba.

“Pokoknya, saya laporkan ke pihak yang berwajib, karena saya difitnah sebagai pelaku yang melakukan penghinaaan atau
ujaran kebencian terhadap warga Bekasi,” kata Selaeman, wartawan kabar daerahjabar.com yang mengaku kali ini, sial atau “apes”, Senin (20/01/2020).

Padahal, menurut Sule, dirinya sedang melakukan investigasi kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan salah satu warga
Kabupaten Bekasi terhadap nama baik “Bocah Bekasi” yang belakangan rame di Media Sosial (Medsos). Dia melapor polisi bertujuan
agar dirinya mendapat perlindungan hukum, dan memberikan efek jera kepada pelaku.

“Tanpa konfirmasi terlebih dulu secara serampangan memfitnah saya sebagai pelaku yang melakukan ujaran kebencian atau menghina
masyarakat Bekasi,” ungkap Sule. Itu artinya, ngawur dan harus diberi efek jera supaya tidak terulang pada korban berikutnya.
 
Kronologis kasusnya, ungkap Sule, berawal saat ada informasi rame di FB yang menyebutkan oknum bernama Doni marah – marah dengan
mengatakan perkataan yang tidak mengenakan dan menyulut rasa kebencian warga Bekasi dan adu domba.

Sule spontan tergerak untuk melakukan investigasi kroscek alamat oknum yang bernama Doni itu. Ternyata, alamat yang disebut Doni di akun FB itu palsu. Pasalnya, saat dia dan rekannya datang di wilayah Metland Tambun, tidak ditemukan nama Doni. Termasuk, wajah yang fotonya mucul di akun itu.

Sule saat klarifikasi ke alamat Perumahan Metland Platinum, Dewa Cibuntu, Kabupaten Bekasi, justru rumah yang dimaksud Doni,
rumah orang lain. Sule membuktikan krosceknya ini minta ketua RT setempat menyuruh Tim Fintar perumahan tersebut ikut mendampingi.

“Saya lalu melakukan foto Selfi dan mengirim ke temen saya (wartawan lain) kalau saya sudah dilokasi, namun tidak diketemukan orang yang bernama Doni,” cerita Sule.

Celakanya, foto selfie itu ternyata di-copy paste seseorang yang tidak ia kenal dan diposting di akun FB bernama Ki Batra Batra
Batra. Lebih mengejutkan Sule, akun itu menyebutkan kalau Sule adalah pelaku yang menghina dan menebar ujaran kebencian terhadap
nama baik masyarakat Bekasi.

“Saya kaget, kenapa justru saya yang difitnah Ki Batra Batra Batra. Padahal, saya justru sedang mencari pelaku Doni yang menghina nama baik bocah Bekasi,” ucapnya, curiga hoax bakal kembali ngetrend di Medsos.

Di status facebook mengatasnamakan “Ki Batra Batra Batra” itu, memposting wajah “Sule” dengan dilingkari warna merah. Tulisan di status menggunakan huruf besar semua, dan bernada sangat profokatif.

“NIH ORANG SUDAH KABUR TEMPAT DI METLAND TAMBUN TAPI SESUAI INTRUKSI KETUM, SAYA CARI TERUS SAMPAI KETEMU DI MANA NIH ORANG
NGUMPETNYA YANG MENGHINA BEKASI, GW PANGLIMA BESAR IPB LO GA AKAN BISA LARI DARI GW. GW CEMPLUNGIN LO BANGSAT KE KALI MALANG”.

“Ini sudah mengarah fitnah dan pencemaran nama baik,” tegas Sule, yang juga melaporkan ke IWO (Ikatan Wartawan Online) Bekasi.
@sofie