Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polrestabes Surabaya luncurkan layanan digital lindungi korban kecelakaan lalu lintas
Penandatanganan MoU Polrestabes Surabaya dengan pihak rumah sakit dan Jasa Raharja (rofik)
HEADLINE

Polrestabes Surabaya luncurkan layanan digital lindungi korban kecelakaan lalu lintas 

LENSAINDONESIA.COM: Sat Lantas Polrestabes Surabaya, Rabu (22/1/2020) meluncurkan layanan berbasis digital bernama TACS (Traffic Accident Claim System) guna melindungi korban Laka Lantas.

Polrestabes Surabaya menandatangani MoU dengan Jasa Raharja, RS Bhayangkara dan RS Wiyung sebagai rekanan dalam memberikan tindakan pertolongan terhadap korban.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho dalam sambutannya mengatakan, program digital TACS tersebut digagas Kasat Lantas AKBP Teddy Chandra sesaat setelah menjabat.

“Setelah menjabat Kasat Lantas (AKBP Teddy Chandra) menyampaikan kepada saya, punya program ini (TACS). Tujuannya, memberi perlindungan terhadap korban kecelakaan lalu lintas,” terang Kombes Sandi.

“Sebelumnya kami sudah aplikasi melaunching aplikasi JOGO SUROBOYO, yang di dalamnya terdapat beberapa layanan, termasuk laporan kehilangan yang terkoneksi ke SPKT dan pembuatan SKCK. Selain itu ada juga layanan terkait lalu lintas,” tambahnya.

Sementara Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra menjelaskan, TACS bertujuan melayani masyarakat yang menjadi korban laka lantas. Dibuat berbasis digital guna memangkas birokrasi.

“Kami per hari ini, meluncurkan salah satu layanan berbasis digital dengan nama TACS untuk melayani masyarakat. Memangkas sistem birokrasi terkait penanganan laka lantas terutama di wilayah hukum Surabaya,” ungkap AKBP Teddy.

Lebih lanjut, AKBP Teddy membeberkan layanan tersebut dapat diakses dalam aplikasi Jogo Suroboyo. Caranya, ilih layanan kepolisian lalu pilih Sat Lantas dan selanjutnya memilih TACS Masyarakat.

“Disana akan muncul untuk input nomor induk kependudukan sesuai KTP korban laka, jika dirawat di rumah sakit yang saat ini sudah MoU dengan kami, akan muncul data korban. Termasuk pengurusan Jasa Raharja, sesuai dengan aturan undang-undang, progresnya akan terlihat,” tambah Teddy.

Sejauh ini, layanan TACS baru menggandeng dua rumah sakit di Surabaya yakni Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Wiyung. Namun ke depan, pihaknya berharap seluruh rumah sakit yang ada di Surabaya dapat menjalin kerjasama.

“Dalam peluncuran ini, kami juga mengundang direktur rumah sakit seluruh Surabaya untuk dapat melihat langsung program layanan masyarakat ini,” lanjutnya.

Secara teknis, pihak rumah sakit akan menyediakan petugas untuk menginput data korban laka masuk yang secara otomatis dapat terlihat di program TACS tersebut.

Jasa Raharja sendiri akan mengcover korban laka lantas yang terdiri dari kecelakaan yang disebabkan kendaraan berpenumpang umum dan masyarakat yang menjadi korban atas kendaraan.

“Sesuai UU no 33 tahun 1964 korban kecelakaan yang disebabkan alat kendaraan penumpang umum dan UU no 34 tahun 1964 korban kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan sebagai penyebab akan ditanggung asuransi jiwa,” terang Kakanwi Jasa Raharja I Wayan Paci.

Ditegaskannya, pengendara yang mengalami kecelakaan tunggal tidak dapat dicover. “Sesuai undang-undang, yang dicover itu adalah adanya korban laka yang disebabkan kendaraan,” tambahnya.

Sementara besaran klaim yang diberikan kepada korban, masih menurut I Wayan Paci, yakni Rp 50 juta bagi korban meninggal dan Rp 25 juta bagi korban yang mengalami cacat tetap.

“Biaya ambulance dari lokasi kejadian ke tempat (rumah sakit) akan ditanggung dengan besaran Rp 500 ribu dan biaya pemakaman Rp 4 juta,” pungkasnya.  @rofik