Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Baja 450 ton bentang tengah akhirnya tersambung, Jembatan “Tumbang” Samba terpanjang Kalteng segera tuntas
Penyambungan bentang tengah (full span lifting panjangnya 108 meter dan berat 450 ton, akhirnya selesai. @foto: bkpk_pupr
HEADLINE

Baja 450 ton bentang tengah akhirnya tersambung, Jembatan “Tumbang” Samba terpanjang Kalteng segera tuntas 

LENSINDONESIA.COM: Jembatan Tumbang Sambah yang merupakan jembatan terpanjang di Kalimantan Tengah, kini proses pembangunannya terus dikebut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga mendekati akhir.

Jembatan Tumbang Samba ini, posisi lokasinya menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum, di Kecamatan Katingan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah.

Menteri Basuki mengatakan, Jembatan Tumbang Samba akan menjadi jembatan terpanjang di Lintas Tengah Kalimantan. Dia mengatakan, dengan tersambungnya jalan tersebut diharapkan kegiatan ekonomi di daerah sekitar dapat terus tumbuh dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

“Semakin terhubungnya Lintas Tengah Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” kata Menteri Basuki diliris Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR.

Untuk penyambungan bentang tengah (full span lifting), menurut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Budi Harimawan Semihardjo, panjangnya 108 meter dan berat 450 ton. Proses penyambungan selesai Jumat, (17/1/2020). Struktur pelengkung baja bentang tengah jembatan tersebut dikerjakan di Pabrik PT Wika Beton yang berlokasi di Karangmukti, Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat.

Pembangunan jembatan ini dimulai sejak 2017 bernilai kontrak tahun jamak Rp 284 miliar, terus dikebut siang malam. @foto:dok.bkp_kpupr

Setelah bentang tengah jembatan dapat tersambung, Budi Harimawan berharap pembangunan Jembatan Tumbang Samba segera rampung untuk membuka kawasan terisolir di Utara Katingan dan melengkapi struktur jaringan jalan nasional dari Kalimantan Tengah menuju wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Sebaliknya, sehingga akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Utara Katingan.

Kehadiran jembatan yang melintasi Sungai Katingan diakui Budi, sudah sangat ditunggu dan direspon positif masyarakat Kalteng. Pasalnya, mempermudah pergerakan masyarakat dari bagian hulu atau Utara Kabupaten Katingan ke Pasar Tumbang Samba hingga ke batas Kalbar.

Pembangunan jembatan ini dimulai sejak tahun 2017 dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp 284 miliar. Pekerjaan konstruksi jembatan dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero)Tbk dan juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut.

Jembatan dengan panjang total 843,2 meter tersebut akan menjadi yang terpanjang di Provinsi berjuluk

“Bumi Tambun Bungai” dan dilengkapi dengan jembatan penghubung dan jalan pendekat pada kedua sisi. Jembatan itu nantinya bakal dimanfaatkan oleh lalu lintas kendaraan dari berbagai daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan jasa kapal fery untuk menyeberangi Sungai Katingan untuk mengangkut kendaraannya. @jrk