Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ini cara Garuda Indonesia lunasi utang dengan utang lagi
Ilustrasi Maskapai Garuda Indonesia.istimewa
Bisnis

Ini cara Garuda Indonesia lunasi utang dengan utang lagi 

LENSAINDONESIA.COM: Garuda Indonesia berencana melunasi utang-utangnya melalui utang baru. Pelunasan utang tersebut dilakukan dengan cara bernegosiasi dengan pemberi utang (lessor) dan pabrikan pesawat karena pelunasan terbanyak ada di sisi avtur dan leasing.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat dijumpai di Kementerian BUMN, Jumat (24/01/2020).

“Saya memang belum mendalami finance, namun saya juga pernah 6 tahun bekerja di Bank Niaga. Utang memang jadi fokus kita, dan kita bicarakan ini dengan tim. Kita tetap berupaya negosiasi dan mencari utang baru,” ungkap Irfan.

Ia mengatakan, masalah utang ini tak akan berefek samping pada aspek keamanan penerbangan.

“Saya jamin utang itu tak ber-impact ke safety. Dengan tim ini, kita sepakat bangun tim kuat, bila perlu hire konsultan dan negosiator di luar untuk memastikan bisa atur pricing structure lebih baik guna menekan biaya. Dan leasing bisa ditekan agar turun biayanya. Jadi bisa berutang lagi untuk memeperoleh armada baru,” papar Irfan.

Dari laporan keuangan perusahaan, per September 2019 lalu hingga kini Garuda memiliki total kewajiban pelunasan utang sebesar USD 3,51 miliar.

Seperti sebelumnya diinformasikan, Garuda Indonesia juga telah membatalkan rencana menerbitkan instrumen surat utang senilai USD 900 juta atau Rp 12,5 triliun. ini dikarenakan belum adanya laporan keuangan audit perseroan yang ada dan menjadi pertimbangan untuk menerbitkan sukuk.@L6,Eld-Licom