Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Aksinya terekam CCTV, dua residivis jambret di Surabaya dibekuk
Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati (kanan) meminta dua pelaku jambret memperagakan aksinya. FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Aksinya terekam CCTV, dua residivis jambret di Surabaya dibekuk 

LENSAINDONESIA.COM: Baru menghirup udara bebas, dua residivis pelaku jambret, kembali harus mendekam dibalik jeruji besi, setelah ditangkap Unit Reskrim Polsek Winocolo, Surabaya, Jumat (24/01/2020).

Kedua tersangka yang pernah dibekuk Polda Jatim dalam kasus yang sama tersebut, yakni Moch. Anang Agus Fatoni (38) warga Jl Dupak Timur, Surabaya dan Agung Kurniawan (39) warga Desa Wonokalang, Wonoayu, Sidoarjo.

Di hadapan petugas, tersangka Anang Agus Fatoni mengatakan, dengan mencari sasaran perempuan yang menggunakan perhiasan dirinya berpura pura menanyakan alamat terhadap korban. “Kami pura-pura tanya alamat dulu, baru ditarik (dijambret),” ujarnya.

Tersangka yang sudah melakukan aksi kedua kainya pasca bebas dari Lapas Medaeng tersebut, ini berdalih untuk kebutuhan hidup. “Hasilnya buat makan sama beli rokok,” ucap keduanya.

Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati mengungkapkan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan adanya aksi penjambretan.

Ketika itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi dan rekaman CCTV.

“Dari rekaman CCTV tersebut, tersangka terlihat mencari sasaran. Setelah melihat calon korbannya yang memakai kalung, mereka putar balik dan berpura pura menanyakan alamat, lalu menarik (menjambret) perhiasan korban,” terang Masdawati.

“Setelah mendapat keterangan saksi warga setempat serta mempelajari rekaman CCTV, anggota kami langsung bergerak dan hari itu juga dapat mengamankan kedua tersangka dirumahnya masing-masing,” tambahnya.

Masdawati menjelaskan lebih lanjut, sebelum dibekuk, tersangka sempat menjual barang bukti seharga Rp 2,5 juta. “Dari tangan tersangka, kami amankan barang bukti uang Rp 1 juta sisa hasil penjulan barang bukti serta motor Honda Vario merah W 5928 ZF yang digunakan sebagai sarana,” pungkasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHP dan diancam pidana selama 9 tahun penjara.@rofik