LENSAINDONESIA.COM: Mohammad Yusuf Affandi (34) warga Jl Walang Timur, Koja Jakarta Utara menjalani sidang perdana perkara pengadiayaan di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (28/01/2020).

Pria yang berkerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) itu didakwa telah melakukan penganiayaan terhadap Amik Mariana, seorang perempuan warga Surabaya.

Dalam sidang pembacaan dakwaan tersebut, Mohammad Yusuf Affandi yang mengenakan kemeja putih tersebut tampak duduk dikursi pesakitan. Selama ini ia menjalani penangguhan penahanan sejak 3 Oktober 2019.

Dalam dakwaanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hariwiadi dari Kejari Surabaya mengatakan, penganiayaan Mohammad Yusuf Affandi terhadap Amik Mariana berawal dari saling salip saat mengendarai mobil di Jl A Yani, Surabaya, Kamis 26 Sepetember 2019 lalu.

“Terdakwa yang mengendarai mobil dari arah Tol Menanggal di Jl A Yani, disalip oleh saksi (korban) Amik Mariana, namun tidak terima sehingga terjadi saling salip menyalip,” kata Jaksa Hariwiadi membacakan surat dakwaan.

Disampaikan Jaksa Hariwiadi, tidak terima kembali disalip oleh saksi, menjelaskan lebih lanjut, terdakwa kembali menyalip dari sebelah kiri yang kemudian saksi menghentikan mobilnya dan sempat adu argumentasi.

“Saat saksi berhenti dan membuka kaca mobilnya, terdakwa turun dan menghampirinya. Kemudian saksi kembali menutup kaca mobilnya dan kembali melanjutkan perjalanan,” tambah Hariwiadi.

Kemudian, terdakwa yang masih emosi, kembali mengejar mobil saksi dan menghentikan didepan Mall City of Tomorrow (Cito). Lalu keduanya keluar dari mobil dan terlibat cekcok.

“Terdakwa yang emosi, meludahi muka saksi yang kemudian dibalas, kemudian terdakwa memukul wajah kanan saksi korban menggunakan tangan kirinya dengan posisi mengepal, hingga terjatuh,” papar JPU Hariwiadi lebih lanjut.

Atas pemukulan tersebut, saksi mengalami luka memar di wajah kirinya, telapak tangan kanan dan lutut kanan dengan luka lecet. Bukti tersebut yang diperkuat hasil visum dari RS Bhayangkara.

Atas dakwaan tersebut, terdakwa Mohammad Yusuf Affand yang tinggal di Jl A Perum pondok Manggala Kebraon, Surabaya tersebut, melalui kuasa hukumnya menyatakan keberatan atas dakwaan jaksa. “Kami akan mengajukan eksepsi yang mulia,” ujarnya.

Ketua Majelis Hakim Johanes menyatakan akan memberikan hak terdakwa atas keberatannya tersebut dalam sidang selanjutnya, pada Selasa 4 Februari 2020 mendatang.

“Ya silahkan eksipsinya dibacakan pada sidang minggu depan. Kamu (terdakwa) harus hadir dalam sidang, bila tidak hadir kami akan melakukan penahanan kembali,” tehas Johanes.@rofik