Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Hakim PN Surabaya biarkan terdakwa pakai masker selama persidangan
Winarto Gunawan terdakwa pemalsuan dokumen negara menjalani sidang dengan makai masker. FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Hakim PN Surabaya biarkan terdakwa pakai masker selama persidangan 

LENSAINDONESIA.COM: Winarto Gunawan terdakwa pemalsuan dokumen negara divonis 7 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (28/01/2020).

Selama sidang pembacaan putusan, warga Jl Kali Anyar Kulon Surabaya yang duduk di kursi persakitan tersebut menutup wajahnya dengan masker.

Anehnya, meski ada larangan penggunaan masker selama persidangan, namun majelis hakim yang diketuai Johanes tidak memberikan teguran pada terdakwa yang dikenal sebagai calo pembuatan dikumen negara di Dispendukcapil tersebut. Otomatis, Winarto Gunawan menjalani sidang dengan wajah tertutup masker.

Dalam membacakan amar putusan, Hakim Johanes menyatakan terdakwa terbukti bersalah telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 94 UU RI No 24 tahun 2013 atas perubahan UU No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Setelah berdiskusi dengan hakim anggota dan melihat bukti-bukti serta keterangan para saksi, menimbang dan menjatuhkan pidana selama 7 bulan penjara kepada terdakwa dipotong masa tahanan,” kata Hakim Johanes.

Terdakwa yang sebelumnya dituntut pidana 1 tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Yusuf Akbar, langsung menyatakan menerima atas vonis hang dijatuhkan 5 bulan lebih ringan tersebut. “Saya terima pak hakim,” ungkap Winarto Gunawan.

Pada sidang sebelumnya, terdakwa Winarto Gunawan mengaku mendapat uang sebesar Rp 250 ribu tiap pembuatan buku nikah palsu yang dihargai Rp 1,5 juta terhadap pemesannya.@rofik