LENSAINDONESIA.COM: Supratikno (58) seorang mantan anggota polisi ditangkap petugas Polsek Wonocolo Surabaya karena terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pria yang dipecatan dari anggota Polri pada tahun 2000 melakukan pencurian motor Honda Fino di rumah kost di kawasan Jl Siwalankerto Utara bersama rekannya, Abdul Hanan (41) warga Pulo Wonokromo.

Kepada petugas, tersangka Supratikno
yang ditangkap pada Senin 27 Januari 2020 itu mengaku nekat melakukan tindak kejahatan curanmor karena butuh uang untuk kehidupan sehari-hari.

“Saya hilaf karena butuh uang buat kehidupan sehari-hari,” ungkap pria yang pernah bertugas sebagai anggota Dalmas Polwiltabes (Polrestabes) Surabaya itu sambil menutup wajah.

Supratikno yang diganjar peberhentian tidak dengan hormat (PTDH) oleh Polri ketika pangkat Kopral Kepala (Kopka) itu mengaku baru pertama kali melakukan pencurian motor. “Saya baru sekali ini karena khilaf,” ujarnya.

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh anggota Tim Bandit Wonocolo yang telah melakukan penyelidikan hingga Rabu (29/01/2020) dimana tersangka pernah melakukan pencurian Yamaha Mio W 5240 YW di Desa Sukodono, Sidoarjo dan nomor polisinya diubah menjadi W 5365 W.

“Ini motor yang digunakan sebagai sarana motor hasil pencurian di kawasan Sukodono, kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Polsek setempat,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati mengungkapkan, aksi pencurian Honda Fino Jl Siwalankerto Utara yang dilakukan Supratikno dan Abdul Hanan berlangsung pada malam hari. Korbannya baru mengetahui motornya hilang saat akan berangkat bekerja.

“Pukul 07.00 WIB, kami mendapat laporan dari korban, setelah dilakukan penyelidikan, sekitar pukul 10.00 WIB anggota kami dapat mendeteksi pelaku di kawasan Juanda,” ungkap Masdawati di Mapolsek Wonocolo, Kamis (30/01/2020).

Untuk mengecoh petugas, tersangka membuang nopol asli motor curiannya ke sawah dan menggantinya dengan Nopol palsu S 4767 ZL.

“Berbekal ciri-ciri yang kami dapat, anggota kami yakin bahwa motor yang ada dirumah tersangka Supratikno ini adalah motor korban yang dicurinya,” tambah Masdawati.

Usai melakukan intrograsi, petugas dapat mengantongi nama Abdul Hanan rekannya saat melakukan pencurian, sehingga diciduk di rumahnya di Jl Pulo Wonokromo.

“Setelah mendapat nama rekannya tersebut, anggota kami membekuknya saat berada di rumahnya,” pungkasnya.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti dua unit motor Yamaha Mio yang dijadikan sarana juga hasil pencurian dan Honda Fino.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP dan diancam pidana selama 7 penjara.@rofik