LENSAINDONESIA.COM: Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krisna meminta kepada Pemerintah Kota segera merealisasikan program Jaring Aspirasi (Jasmas) untuk masyarakat.

Politisi partai Golkar ini berharap anggaran untuk program usulan masyarakat tersebut segera dicairkan.

“Jasmas ini tidak terealisasi juga akan menghambat pemerataan pembangunan di Surabaya, karena dalam kegiatan resap aspirasi masyarakat (Reses) dewan tidak bisa memberikan kepada masyarakat,” katanya.

Politsi yang akrab disapa Bu Ayu ini berpendapat, penggunaan dana Jasmas itu sudah diatur dalam PP 12 tahun 2018 tentang Tatib DPRD dan juga Permendagri nomer 13 tahun 2018 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.

“Karena aturan itu mengikat dan hak anggota dewan. Namun hingga kini belum juga direalisasikan,” tegas Ayu.

Ayu menegaskan, bahwa Pemkot Surabaya tidak perlu takut dan bertindak berlebihan jika dikarenakan kasus Jasmas yang menjerat beberapa anggota legislatif sebelumnya.

“Mestinya tidak perlu takut yang berlebihan karena ini untuk kepentingan masyarakat. Toh kita tidak pegang uang karena pelaksanaan ditangani eksekutif,” katanya.

Seperti diketahui, program dana hibah Jasmas DPRD Surabaya tahun 2016 sempat bermasalah akibat korupsi.

Sebanyak 5 mantan anggota DPRD tahun lalu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sebagian sudah menjalani persidangan atas kerugian keuangan negara sebesar Rp 4,9 miliar.

Lima mantan anggota DPRD itu diantaranya, Sugito, Aden Darmawan dan Binti Rohmah, Ratih Retnowati, Dini Rijanti dan Syaiful Aidi.@wan