LENSAINDONESIA.COM: Menkopolhukam Mahfud MD gelar sosialisasi RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Seperti di Jawa Timur, Mahfud MD memberikan penjelasan di depan ribuan pekerja PT Maspion milik pengusaha Alim Markus di Sidoarjo, Sabtu (01/02/2020).

Mahfud MD tak sendiri, ia didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Alim Markus saat acara sosialisasi yang diadakan di dalam masjid PT Maspion.

Mahfud mengungkapkan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja tidak akan merugikan pekerja. Justru, menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, RUU Omnibus Law akan memberikan perlindungan untuk para pekerja di Indonesia dan juga pengusahanya.

Pihaknya meminta para pekerja tak perlu khawatir apalagi melakukan demonstrasi terlebih jika belum tau jelas isi dari RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja tersebut.

Omnibus Law bukan undang-undang investasi tapi Undang-Undang pencipataan lapangan kerja. Oleh sebab itu setiap perusahaan harus berorientasi untuk menciptakan lapangan kerja,” tegas Mahfud.

“Dan untuk itu undang-undang ini akan memudahkan proses investasi bukan hanya untuk Cina tapi juga negara Arab, Jepang, Amerika, termasuk investor dalam negeri untuk dipermudah aturan dan prosedur investasinya,” paparnya.

Dijelaskan, bahwa RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang kini sedang dirancang itu menggubah pasal dari 83 undang-undang yang terkait untuk diambil bagian-bagian yang saling bertentangan dan disederhanakan menjadi satu undang-undang.

Dari 83 undang-undang itu setidaknya ditemukan 2.517 pasal yang saling bertentangan kemudian diubah dan diselaraskan menjadi 174 pasal saja.

“UU omnibus law ini mengatur soal hubungan pengusaha dengan pekerja, mempermudah investasi, membuat investasi baru, dan mengembangkan investasi lama dengan prosedur yang memudahkan. Dan dalam UU ini nantinya juga membantu masyarakat untuk mendapatkan haknya, agar bisa masuk ke lapangan kerja tersebut,” tegasnya.

Tak hanya itu, Mahfud MD juga menyinggung di daerah banyak serikat pekerja yang mengajukan aksi keberatan dengan UU tersebut. Yang ia sayangkan banyak pekerja yang turun aksi tanpa tau substansial sebenarnya yang ada di RUU omnibus law yang menurutnya justru akan menguntungkan pekerja.

“Jangan sampai belum baca tapi sudah protes. Boleh protes tapi baca dulu. Karena isinya semua bagus untuk pekerja,” imbau dia.

Menurutnya pembahasan RUU Omnibus Law tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Semua akan disampaikan ke masyarakat. Dan jika ada yang tak sepakat ia mempersilahkan untuk protes dengan cara cara demokratis. Misalnya menyalurkan pendapat ke wakil rakyatnya.

“Semua pasal di UU Omnibus Law akan memberikan perlindungan ke anda, memberi kemudahan ke investor, dan memudahkan gubernur juga untuk mengatur,” pungkas Mahfud.@sarifa