LENSAINDONESIA.COM: Kartolo, tokoh ludruk legendaris Surabaya kini memberanikan dirinya terjun ke layar lebar.

Film berjudul “Kartolo Numpak Terangbulan” ini jadi suksesor dari film bertitel “Jack” yang sempat bersandar di papan layar lebar di Surabaya diantaranya melibatkan 40 siswa SMK Dr Soetomo Surabaya.

M Ainun Ridho, Produser dan Sutradara Kartolo Numpak Terangbulan mengatakan, film “Jack” memang besutan perdananya, dan mengusung konsep kemtal lokal Suroboyoan, hal ini berlaku pada Kartolo Jimpak Terangbulan.

“Saya inginnya film saya kedua ini juga pure Surabaya. Dimana 100 persen kru yang terlibat dari Surabaya semuanya. Film ini memakan waktu pengerjaan hingga 21 hari. Kenapa Kartolo? Sebab, tokoh ini merupakan ikon komedi legendaris di Jawa Timur. Kami yakin film ini bakal meledak di pasaran khususnya Surabaya nantinya,” tandas Ridho.

Secara terpisah, Kojel Marzuki Setyo Hamid, Art Director film “Kartolo Numpak Terangbulan” menyampaikan, film ini melibatkan tokoh Kartolo dan rekannya yang masih ada saat ini, yakni Sapari, Kastini dan Dewi Kartolo.

“Ini merupakan film perdana bagi Cak Kartolo CS, dan memang penggarapannya butuh waktu yabg tak singkat. Sebab berkolaborasi dengan youtuber, untuk itu butuh penyesuaian kaeakrer masing-masing pemain. Sehingga soul pemainnya bisa nyambung,” beber Kojel.

Kepala SMK Dr Soetomo, Julintono Hadi mengungkapkan, mirip dengan film Jack yakni mengangkat latar budaya Kota Surabaya, pemain hingga kru berasal dari Surabaya.

“Film ini meruoakan bentuk apresiasi untuk Kartolo Cs yang menjadikan Kartolo Cs sebagai pemeran utama. Sebab sebelumnya, mereka hanya pemeran pendamping atau pelengkap di film,”kata Juliantono.

Bahkan, untuk perfilman ini, merupakan kurikulum wajib SMK Dr Soetomo. Untuk itu, ada produksi film Kartolo ini dijadikan lahan magang terutama untuk kelas XI.

“Magang tersebut memudahkan sekolah kaki. Setidaknya meminimalkan biaya akomodasi untuk magang produksi film di Jakarta. Kan lebih baik di Surabaya lebih efisien,” terang Juliantono.@sin,Eld-Licom