Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Eks ISIS bakar paspor bukan WNI, Al Chaidar: Pemerintah tak perlu memulangkan
Warga Negara Indonesia (WNI) bergabung dengan ISIS. @foto: kompas
HEADLINE

Eks ISIS bakar paspor bukan WNI, Al Chaidar: Pemerintah tak perlu memulangkan 

LENSAINDONESIA.COM: Mantan simpatisan ISIS yang membakar parpornya ditanggapi secara tegas oleh Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodawardhani. Deputi KSP ini menyatakan, bahwa yang membakar paspor miliknya sudah bukan lagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Sebelumnya, marak diberitakan media, terdapat sejumlah WNI melakukan tindakan yang bisa dianggap menghina Negara, lantaran saat masih bergabung dengan ISIS, membakar paspor yang menjadi identitas dirinya.

Deputi V KSP yang akrab dipanggil Dhani seperti diikutip laman darirakyat.com, menegaskan status sebagai warga Indonesia hilang begitu paspornya tersebut dibakar.
“Kalau mereka masih punya paspor, ya tentu masih (WNI). Tapi kalau sudah dibakar dan mereka tidak menginginkan jadi WNI, sudah jelas kita tahu itu bukan WNI,” ucap Dhani di kantor KS, Jakarta.

Pemerintah Indonesia masih akan membahas lebih mendalam lagi terkait nasib para WNI eks ISIS itu. Dhani menyampaikan, Presiden Joko Widodo bersama sejumlah kementerian/ lembaga masih akan membicarakan dalam rapat terbatas. Karenanya, Pemerintah belum memutuskan sikap terhadap ratusan warga negara eks ISIS itu.

Dani juga menuturkan, Presiden akan mendengarkan masukan dari berbagai kementerian/lembaga sebelum memutuskan rencana pemulangan para eks ISIS..

“Presiden perlu mendapat masukan dari berbagai sumber, bukan hanya Kemlu terkait perlindungan WNI di luar negeri, tapi juga dari BNPT, BIN, BAIS, supaya dapat keputusan yang komprehensif,” ucapnya.

Sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com, pengamat terorisme Al Chaidar justru berpandangan sangat keras. Al Chaidar menyarankan pemerintah Indonesia tidak perlu memulangkan para simpatisan ISIS kembali ke tempat asalnya. WNI yang jadi simpatisan ISIS, kata Chaidar, tergolong sudah salah jalan.

Soal mereka membakar paspor atau identitas diri, Al Chaidar berpandangan berbeda. Menurutnya, mereka tidak bisa disebut telah kehilangan kewarganegaraannya.

“Status warga negara masih tetap ada walau paspor hilang atau dibakar. Pemerintah harus tetap menerima (mengakui) mereka eks ISIS. Mereka hanya salah jalan saja,” kata Al Chaidar.

Menko Polhukam Mahfud MD juga sudah angkat bicara terkait WNI eks ISIS ini. Mahfud mengaku sudah memulai kajian rencana pemulangan mereka. Ia juga menyebutkan. ada 660 orang WNI eks ISIS yang tersebar di negara-negara, seperti Afghanistan, Irak, dan Suriah.

Mahfud menuturkan pemerintah akan memutuskan apakah akan memulangkan atau tidak pada Mei 2020. Presiden Jokowi yang akan mengeluakan keputusan itu,

Dalam kesempatan lain, Presiden Jokowi mengaku tidak ingin memulangkan ratusan WNI eks ISIS. Tapi, keputusan bisa bertolak belakang dengan keinginannya jika ada pertimbangan lain saat dilakukan rapat terbatas.

“Ya kalau bertanya kepada saya, ini belum ratas ya, kalau bertanya kepada saya, saya akan bilang tidak (bisa). Tapi masih dirataskan,” kata Jokowi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi menegaskan kabar pemulangan sekitar 600 orang WNI eks anggota ISIS masih melihat perkembangan lebih jauh. Ia mengungkapkan hal-hal yang menjadi pertimbangan mendalam. Karena BNPT mendapat informasi dari beberapa lembaga intelijen internasional Timur Tengah.

“Kami bagian dari komunitas internasional. Nah, di situlah kami diinformasikan kalau ada sekian puluh ribu, di tiga camp di Suriah, FTF (foreign terrorist fighter/teroris asing) dengan keluarganya. Nah sekarang diinformasikan ada yang mengaku sebagai WNI,” kata Suhardi dalam jumpa pers di Gedung BUMN, Jakarta, Jumat (07/02/2020).

Semua informasi itu sudah dilaporkan BNPT ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Kemudian. Mahfud lantas menunjuk BNPT memimpin Satgas FTF untu mengkaji opsi-opsi terkait keberadaan WNI eks ISIS.

Praktis, belum ada keputusan apakah akan memulangkan WNI eks ISIS atau tidak. Presiden Jokowi dan Mahfud MD baru akan menyampaikan keputusan pemerintah pada pertengahan tahun. @darirakyat/cnnindonesia.com/jrk