Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kota Bekasi kompak antisipasi Corona, warga jangan gampang percaya dan panik kabar hoaks di Medsos
Gerbang jantung Kota Bekasi. @foto:ist
JABODETABEK

Kota Bekasi kompak antisipasi Corona, warga jangan gampang percaya dan panik kabar hoaks di Medsos 

LENSAINDONESIA.COM: Meningkatnya jumlah kematian akibat terinfeksi virus corona dan bertambahnya jumlah negara yang terdampak penyakit Novel Corona Virus (2019-nCoV), masyarakat diharapkan tidak terpengaruh kabar-kabar hoaks di media sosial.

Pemerintah Kota Bekasi dan aparat terkait terus kompak melakukan antisipasi dan sosialisasi agar masyarakat tidak gampang panik dan tidak mudah informasi yang ada di media sosial (Medsos), namun narasumbernya tidak jelas.

Pengguna Medsos juga diharapkan bertindak bijak dalam memposting informasi terkait virus corona, apalagi kabar yang bisa menebar keresahan di masyarakat. Pasalnya, mewabahnya virus corona di banyak Negara oleh pemerintah Indonesia sudah diantisipasi sedemikian rupa.

“Media sosial selayaknya dipakai sebagai sarana edukasi, bukan menyampaikan informasi yang belum tentu kebenarannya dan bisa meresahkan masyarakat. Jadi, kita imbau bijak dalam berselancar di media sosial,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati yang terus mengingatkan secara intensif dalam sepekan ini.

Rapat Koordinasi jajaran Pemerintah Kota Bekasi antispasi virus Corona. @foto:sofie

Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, juga selalu siaga untuk mengantisipasi kasus virus Corona. Termasuk, mempersiapkan tindakan pencegahan sesuai tata laksana kondisi pasien apabila sampai ada yang terduga terkena virus Corona. Dan bersyukur, sampai akhir pekan ini, kondisi masyarakat Kota Bekasi masih aman dan jauh dari indikasi ada yang terpapar virus asal China itu.

“Kami meningkatkan jejaring kerja dengan pemangku kewenangan, lintas sektor dan tokoh masyarakat dan Camat serta Lurah. Termasuk, jajaran kepolisian dan TNI,” papar dia.

Bahkan, Pemkot Bekasi juga sudah mengumpulkan seluruh pejabat terkait pada Rabu (05/02/2020), guna rapat koordinasi membahas kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini penyakit Novel Corona Virus (2019-nCoV).

Rapat koordinasi dipimpin Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati. Sekda Kota bekasi ini mempertegas, bahwa virus baru corona mendapatkan perhatian dunia dan di Kota Bekasi.

Penyebaran virus itu, adiakuinya, juga cukup cepat. Sehingga, diharapan koordinasi antar instansi ditingkatkan, khususnya kewaspadaan dan pencegahan dini penyebaran penyakit virus mudah menular itu.

“Kita berharap di Kota Bekasi selalu aman. Pak Wali Kota berpesan agar ditingkatkan kerja sama terutama menyangkut kesehatan di masyarakat,” ucap Reny.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga melaporkan hingga saat ini, pihaknya tidak menemukan adanya warga Kota Bekasi yang terkena virus Corona.

“Belum ada laporan terduga pasien penyakit Corona. Kita pun terus meningkatkan kerja sama informasi dan pelaporan dan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut di masyarakat,” kata Reny.

Lebih lanjut dipaparkan, virus Corona merupakan virus baru yang diduga berasal dari Tiongkok China dan terdapat 21 negara yang sudah melaporkan warganya terkena virus Corona.

Reny berharap koordinasi antar instansi ini bisa membantu melakukan pencegahan dini dan kewaspadaan terhadap virus Corona agar tidak ada keresahan di masyarakat. @sofie