Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Sesuai kondisi global, Sharp prediksi jual produk berbasis IoT kurang dari 10 persen
Bentuk uji coba teknologi smarthome melalui controling lewat LED yang terintegerasi teknologi IoT (Internet of Thing). Eld
Bisnis

Sesuai kondisi global, Sharp prediksi jual produk berbasis IoT kurang dari 10 persen 

LENSAINDONESIA.COM: PT Sharp Electronics Indonesia (Sharp) mengdukasi masyarakat Surabaya dengan usungan teknologi baru di setiap produknya terintegerasi dengan koneksi internet.

Inovasi ini merupakan bentuk implementasi teknologi smart home yangyang bekerja mengandalkan sistem IoT (Internet of Thing) sebagai penggeraknya.

Agus Soewadji, Marketing Communication Asst General Manager PT Sharp Electronic Indonesia mengatakan, hadirnya di Surabaya kali ini hanya mengedukasi kepada masyarakat Surabaya apa manfaat produk elektronik jika diintegerasikan dengan internet.

“Sharp yang kini produknya terintegerasi dengan internet kali ini hanya bertujuan mengedukasi. Jadi target penjualan itu masih belum prioritas. Sebab, teknologi IoT yang terintegerasi dengan produk.elektronik ini bergantung pada provider berikut regulasinya,” ujar Agus di sela acara Sharp AIOT World di atrium Pakuwon Mall Surabaya, Sabtu (08/02/2020).

Ia menambahkan, untuk produk Sharp yang kompetibel dengan teknologi IoT pun hany berlaku pada type dan jenis tertentu.

“Kali ini penerapan teknologi IoT pada produk Sharp yang lebih gamblang penerapannya ada di produk LED atau smart TV. Sebab melalui TV penggunaan IoT lebih mudah melalui penyematan Google Assistent yang mampu mengontrol semua perangkat elektronik di rumah dengan koneksi IoT,” papar Agus.

Dari sisi bisnis, lanjut Agus, untuk penjualan LED bisa mencapai 3.000 hingga 5.000 unit LED untuk Jatim. Namun, untuk LED berbasis IoT hanya dalam.jumlah kecil.

“Yang jelas harganya beda dengan produk LED yang ada IoT nya. Yah bisa dikatakan selisih harga LED biasa dengan yang menggunakan IoT selisihnya sekitar 25 persen, dan saya yakin 2 hingga 3 tahun ke depan teknlogi IoT ini akan jauh berkembang pesat,” terang Agus.

Untuk Jatim, merupakan area terbesar kedua setelah Jabodetabek yang mampu menyumbang angka penjualan 15 persen dari total nasional. Untuk LED, secara nasional mematok target penjualan kurang darin10 persen mengingat kondisi pasar elektronik global menurun hingga 3 persen.@Eld-Licom