Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Film “Kartolo Numpak Terangbulan” dipatok mampu hadirkan 100 ribu penonton
M. Ainun Ridho, Produser/Sutradara film "Kartolo Numpak Terangbulan" saat ditemui di lokasi syuting. Eld
Entertain

Film “Kartolo Numpak Terangbulan” dipatok mampu hadirkan 100 ribu penonton 

LENSAINDONESIA.COM: Film layar lebar besutan Arek Suroboyo bertitel “Kartolo Numpak Terangbulan” ini mematok target 100 ribu penonton.

Parameter tersebut bersandar pada produksi film sebelumnya yang berjudul “Jack” yang mampu meghimpun hampir 80 ribu penonton.

M. Ainun Ridho, Prosuser sekaligus Sutradara Film “Kartolo Numpak Terangbulan” ini mengatakan, pihaknya tak perlu berlebihan untuk mematok target jumlah penonton, sebab baginya film dari manapun tak bisa.diprediksi jumlah penontonnya.

“Jumlah penonton itu bisa diprediksi, walau dari produser, sutradara, bahkan artis ternama yang terlibat pun belum tentu menjamin penontonnya akan membludak, dan itu terjadi sebenarnya,” tegas Ridho.saat ditemui Lensaindonesia.com.di lokasi syuting film Kartolo tersebut di kawasan Jl. Ubi Surabaya, Minggu (09/02/2020).

Ia menambahkan, potensi produksi film di Surabaya masih luas. Sebab pekerja film di Surabaya belum ada. Untuk itu, dirinya optimis film Surabaya ini masih menjanjikan.

“Sebagai bukti, sudah ada 4 film berbasis di Surabaya namun tim produksinya dari Jakarta. Bahkan, investor, sutradara sekaligus arti tentunya. Maka kali ini saya optimis Surabaya berpotensi tinggi untuk pengembangan film setelah Jakarta dan Yogyakarta,” tandas Ridho.

Dari sisi komersial, lanjut Ridho, Surabaya memiliki 16 layar XXI. Yakni terbanyak kedua setelah Jakarta yang memiliki 44 layar XXI.

“Saya tahu jika saat ini anak muda cenderung nonton film itu dari online ketimbang di bioskop. Dan memang untuk pemasaran film ini melalui dua tahapan. Tahun pertama kita pasarkan di XXI, tahun kedua kita pasarkan lewat platform digital sepert iFlix, Netflix, Hooc dan lainnya, sebab film Jack produksi kami sebelumnya mendapat tawaran cukup lumayan dari mereka,” papar Ridho.

Jika dikomparasi, nilai produksi maupun investasi film Kartolo Numpak Terangbulan investasinya lebih tinggi dibanding film Jack. Bahkan selisihnya 25 hingga 50 persen.

“Yah intinya jika kerja sama dejgan XXl, fee produser itu Rp 15.000 untuk tiap penonton. Namun rata-rata Rp 30.000 sih secara nasional. Jadi antara bioskop 15.000 dan produser Rp 15.000, yah fifty-fifty lah,” tutur Ridho.

Film “Kartolo Numpak Terangbulan” ini bercerita tetang seorang bapak kost pria yang menduda bersama empat mahasiswa dari Tulungagung, Papua, Makassar dan Malang di satu atap rumah.

Singkat cerita, empat pemuda yang ngekost di rumah Kartolo.tersehut jatuh cinta dengan putri Kartolo yang datang dari Jakarta menjenguk sang ayah. Kompetisi perebutan gadis ini yang cukup lucu ditayangkan di film tersebut. Film ini memakan waktu syuting 21 hari, dan akan ditayangkan perdana di seluruh XXI, CGV di Surabaya serentak.@Eld-Licom