LENSAINDONESIA.COM: Mengaku sudah terlalu sore, Ketua Majelis Hakim Pesta Partogi sempat menolak menggelar sidang terhadap terdakwa Sholihin dan Ahmad Bardiri, dengan agenda pembacaan dakwaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa yang mengaku dititipi Jaksa  Arie Zaky Prasetya dari Kejari Tanjung Perak, sampai harus merengek kepada ketua majelis hakim. “Hanya dakwaan lho pak, sebentar aja,” ujarnya.

Mendengar rengekan tersebut, Hakim Pesta Partogi meminta JPU agar membacakan pokok dakwaan. “Ya sudah bacakan pokoknya saja,” pintanya.

“Pada pokoknya, terdakwa menyalahgunakan narkotika tanpa izin dan didakwa pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009,” ujar JPU Irene Ulfa singkat.

“Kamu sudah dengar,” tanya Pesta Partogi kepada kedua terdakwa.

“Kalau kamu sudah mengerti, kita tunda tanggal 19 Februari dengan keterangan saksi (penangkap),” pungkasnya seraya mengetuk palu.

Perlu diketahui, dalam dakwaan JPU, kedua terdakwa ditangkap angota Polsek Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 17.30 WIB di tempat kosnya Jl Dukuh Bulak Banteng, Gg Perintis I.

Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti satu poket sabu 0,121 gram, dua sedotan plastik, dua sedotan yang untuk sekrop, satu alat hisap dan empat  cotton bath. @rofik