LENSAINDONESIA.COM: Kalimat kasar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Surabaya Mahfudz dalam merespon ‘kampanye’ terselubung
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mendapat reaksi dari sebagian masyarakat.

Banyak warga kaget dengan pernyataan Mahfudz yang menggunakan kata-kata kasar “Kalau nanti Eri Cahyadi mendapat rekomendasi partai untuk maju sebagai cawali, apa perlu dikepruki cangkeme.”

“Jujur, saya dan banyak warga yang shock. Tidak percaya. Kok bisa kata-kata kasar seperti itu disampaikan kepada media? Warga saja saling menjaga agar komunikasi dengan pendukung cawali lain tidak sampai menyakiti hati. Ayolah, katanya jogo Suroboyo bareng-bareng? Kok jaga kata-kata sendiri tidak bisa?” kata Asdi Biyan Lukito atau Mas Luluk warga Kejawan Putih, Kecamatan Sukolilo, Jumat (14/02/2020).

Hal senada juga diungkap Abdul Kamid, Relawan Eri Tenggilis Mejoyo. Dia justru khawatir, ucapan kasar Mahfudz itu bukan ditujukan untuk Eri Cahyadi. Tapi untuk menggertak warga biasa seperti dirinya yang berinisiatif mendukung pencalonan Eri sebagai cawali.

“Apakah dia hendak membungkam aspirasi warga seperti kami? Dukungan politik itu dijamin oleh konstitusi. Kami sedang menggunakan hak konstitusi kami. Kok malah direspons dengan kasar seperti ini. Apakah rakyat jelata seperti kami tidak boleh menyampaikan aspirasi politik,” kata Abdul Kamid.

Akibat pernyataan Machfudz itu, membuat warga menjadi tidak mempermasalahkan temuan brosur dan pampflet bergambar Cawalo Eri Cahyadi yang diedarkan melalui loper koran yang belakangan ramai jadi polemik. Justru mereka malah menaruh simpati pada Eri Cahyadi.

Warga semakin bersemangat mendeklarasikan dukungan pada orang dekat Tri Rismaharini tersebut untuk maju sebagai calon wali kota Surabaya.

“Ini sebagai bentuk dukungan moril karena Pak Eri Cahyadi sedang diserang oleh seorang politikus. Kami harus menguatkan mental dan semangat warga agar tidak kendur dan lesu darah hanya gara-gara tuduhan yang tidak berdasar tersebut,” kata Mas Luluk.@wan