LENSAINDONESIA.COM: Masyarakat Surabaya ternyata ingin Wali Kota pengganti Tri Rismaharini nantinya adalah figur yang jujur dan mau bekerja turun ke lapangan.

Berdasarkan survei Pilkada Surabaya 2020 dari Institilute Sepuluh Nopember (ITS), warga Surabaya mendambakan sosok wali kota yang jujur. Kriteria ini mendapatkan skor 4,72 yang masuk kategori sangat penting. Jujur dalam artian diantaranya menepati janji kampanye.

“Artinya dari 15 kriteria, warga Surabaya menginginkan pemimpin yang jujur. Ini yang nomor satu kejujuran,” tegas Tenaga Ahli Tim Survei Pilkada dari ITS, Agnes Tuti Rumiati saat menjadi narasumber acara di gedung JTV, Jl A. Yani Surabaya, Jumat (14/02/2020).

Untuk urusan kinerja, Agnes menyampaikan tipe pekerja keras dan suka blusukan untuk mengetahui permasalahan di lapangan tetap menjadi idola. Terutama diharapakan mampu mengatasi masalah ekonomi, lingkungan, pendidikan, sosial dan kesehatan.

“Artinya bekerja suka blusukan bukan pencitraan. Dengan begitu mampu menganalisa dan menangkap persoalan di lapangan,” ujar Agnes.

Terkait figur calon yang diinginkan berdasarkan latar belakang dan religius, Agnes menyebutkan itu bukan yang utama. Untuk latar belakang, calon yang religius atau alim mendapatkan skor 3,33. Sedangkan ketokohannya mendapatkan skor 3,03.

“Artinya kejujuran tetap menjadi yang utama. Responden tidak melihat latar belakang yang penting jujur,” katanya.

Tim Riset Pilkada JTV dan ITS Surabaya menggelar survei pada 6-14 Februari 2020. Riset ini menggunakan cluster random sampling melibatkan 450 koresponden berusia 17 tahun ke atas. Sampel tiap wilayah proporsional terhadap jumlah penduduk. Rentang margin of error sebesar 5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari 19 pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Jawa Timur, JTV akan mensurvei lima daerah yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto dan Kota Pasuruan.

“Kami menangkap aspirasi publik terhadap sosok, pokok masalah dan program solusi yang paling didambakan dan dianggap prioritas warga Surabaya. JTV berinisiatif melakukan survey Kepala Daerah,” kata Pusat Riset Pilkada JTV, Machmud Suhermono.@wan