LENSAINDONESIA.COM: Kementerian BUMN bersama Pelindo III menggelar revitalisasi kawasan pelabuhan Benoa menjadi home port cruise untuk pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, Benoa akan menjadi pelabuhan utama kapal pesiar terpadat di Indonesia.Selain itu, pelabuhan Benoa juga dijadikan pintu gerbang wisatawan melalui kunjungan kapal pesiar (Cruise) dan kawasan destinasi wisata baru yang komplit fasilitas penunjang di Bali dan wisata maritim di Indonesia.

“Wisatawan itu ada dua, yakni dari udara dan laut selama ini yang dari laut fasilitasnya di Indonesia kurang inilah yang perlu kita benahi pelabuhan benoa ini,” ucap Erick Thohir dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Senin (17/02/2020).

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kussubandio menyampaikan, Pengembangan Pelabuhan Benoa diharapkan akan mampu menopang target 20 juta kunjungan wisatawan pemerintah Indonesia tahun 2020. Untuk itu, Pemerintah Daerah harus bisa mengoptimalkan momen ini guna meningkatkan pendapatan daerah dan nasional.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian BUMN, Pelindo III dan seluruh yang terkait pembangunan pelabuhan benoa ini menjadi pelabuhan sekaligus kawasan wisata, semoga pembangunan infratruktur bisa meningkatkan daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri berikut peningkatan Devisa Negara” tutur Wishnutama.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengungkapkan, revitalisasi atau pengembangan Pelabuhan Benoa sudah dimulai sejak tahun 2019 dengan memisahkan pelabuhan khusus penumpang dengan kawasan komersial.

”Nanti, kawasan Pelabuhan Benoa akan fokus melayani penumpang dan wisatawan. Revitalisasi kawasan tersebut dimulai dengan menambah luas dermaga berkapasitas sandar dari 1 menjadi 4 kapal pesiar (Cruise) serentak. Selain itu, Pelindo III juga akan menambah kapasitas terminal dari 150 call/tahun menjadi 600 call/tahun dan kapasitas penumpang dari 1 juta orang menjadi 3,2 juta orang,” papar Doso.@Rel-Licom