LENSAINDONESIA.COM: Kombatan (Komunitas Banteng Asli Nusantara) relawan militan Jokowi saat Pilpres 2019 mendeklarasikan organisasi resmi jadi Ormas militan nasionalis. Deklarasi organisasi masyarakat (Ormas) Kombatan ini diikuti perwakilan DPW/ DPC seluruh Indonesia, di Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung.

“Dengan jadi Ormas ini, kami akan terus mengawal Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin hingga akhir periode. Sekaligus, menjaga keutuhan NKRI,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Budi Mulyawan, SH (Cepi) di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (16/02/2020).

Perwakilan DPW dan DPC dari seluruh Indonesia yang ikut deklarasi itu terdiri ketua, sekretaris, dan bendara. Para Kombatan ini nampak bersemangat selama deklarasi sebagai Ormas berbasis nasionalis meneruskan cita-cita Proklamator dan pendiri bangsa Ir Soekarno ini.

Setelah secara konstitusi resmi sebagai Ormas dan tercatat di Kemendagri, diakui Cepi, Kombatan akan menjadi satu-satunya Ormas nasionalis berspirit cita-cita Proklamatot Bung Karno yang secara resmi memiliki pengurus tingkat DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) dan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) tersebar di seluruh Indonesia.

“Pengurus DPW dan DPC sudah terbentuk saat masih focus sebagai relawan pemenangan Pak Jokowi saat Pilpres 2019. Sesuai mandat rapat koordinasi 2019, Kombatan ganti baju, maka saat ini lag kita kumpulkan perwakilan semua pengurus wilayah dan cabang untuk deklarasi resmi sebagai Ormas,” kata Cepi, tokoh salah satu pelaku sejarah peristiwa Kudatuli 1996 ini.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ormas Kombatan, Budi Mulyawan, SH (Cepi) saat membuka acara rangkaian deklarasi dari relawan menjadi Ormas. @ foto: ucok

Acara deklarasi menjadi puncak dari agenda Rakernas ke 2 yang diselengarakan Kombatan. Acara ini rencanaya dihadiri Dewan Pembina Kombatan, Sidarto Danusubroto sang mantan Ajudan Presiden Soekarno yang kini Watimpres dan Yuliari Batubara (Mensos).

Sehari sebelumnya, seluruh peserta mengikuti pertemuan pra Rakornas di Hotel Antik, Kab Bandung. Acara yang semula diagendakan tiga hari akhirnya dipadatkan dua hari karena alasan kendala teknis.

Menurut Cepi, status hukum Kombatan resmi sebagai Ormas berazaskan Pancasila dan UUD 1945. Dipilihnya Bandung sebagai lokasi deklarasi karena Proklamator Ir Soekarno melahirkan partai nasionalis di Bandung. “Karena Bandung sarat muatan nasionalis yang diajarkan founding father Indonesia Proklamator Soekarno. Asia Afrika juga juga lahir di Bandung,” kata Ketum Kombatan.

Di antara tokoh yang duduk sebagai penasihat juga ada politikus dan budayawan Eros Djarot.

“Sebagai Ormas berbasis nasionalis melanjutkan cita-citA2 proklamator, sekaligus menghimpun para nasionalis yang tercecer. Kita tahu jiwa nasionalis sekarang semakin luntur dan semakin tersisih. Semua salah kita jika sampai lemah menghadapi arus global, dan dimana-mana tumbuh intoleran yang mengancam NKRI,” kata Cepi. @licom_09