LENSAINDONESIA.COM: Forum Ukhuwah Islamiyah (FUKHIS) Kabupaten Bekasi akan terus mendesak DPRD Komisi IV untuk melakukan investigasi jumlah WNA asal China yang dipekerjakan di Bekasi Raya. Khususnya, di megaropyek ‘kota baru’ Meikarta yang proses perizinannya sempat terjerat OTT KPK. Hal ini sebagai langkah konkret DPRD peduli antisipasi penyebaran virus corona.

“Kami meminta DPRD segera berusaha untuk mengambil langkah konkrit menginvestigasi jumlah yang sebenarnya tenaga asing (WNA asal China) di Kabupaten Bekasi. Sekiranya ditemukan pelanggaran, segera ambil langkah tegas bersama instansi terkait untuk memulangkan ke negara asalnya,” tegas Panglima FUKHIS, Nanang Seno, pemimpin aksi demo FUKHIS dan sejumlah organisasi Islam bertema “Jaga Bekasi Dari Virus Corona dan Usir Tenaga kerja Asing (TKA) Ilegal dari Bekasi”, Senin lalu (17/2/2020).

Panglima FUKHIS ini menuturkan, pada intinya aksi demo FUKHIS dan PA212 Bekasi Raya serta ormas lainnya ke Komisi IV DPRD Kab Bekasi itu, untuk mendorong keterbukaan DPRD dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. Khususnya,
untuk memberikan kejelasan tentang penyebab kematian seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China beberapa waktu lalu di megaproyek pembangunan kawasan perkotaan baru Meikarta.

Forum Ukhuwah Islamiyah (FUKHIS) Kabupaten Bekasi dan sejumlah Ormas Islam melakukan aksi di depan Kantor DPRD, Senin (17/02/2020).

Pasalnya, korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi membusuk lantaran ketahuannya beda hari. Hingga berkembang isu diduga terserang virus Corona. Karena itu, FUKHIS dan PA 212, FPI, FORKAMMI, dan FPPMI melakukan aksi mendatangi kantor DPRD Komisi IV. Aspirasinya, masyarakat khawatir adanya dugaan virus corona tidak disikapi serius Pemkab Bekasi.

“Bahayanya virus (corona) berasal dari negara China tersebut menjadi kekhawatiran masyarakat. Kami mengharapkan
pemerintah Kabupaten Bekasi cepat tanggap,” tegas Nanang Seno. FUKHIS meminta tewasnya TKA China diperjelas hasil
visumnya dan segera disampaikan ke publik warga Bekasi.

KUKHIS dan sejumlah ormas Islam, diakui Nanang, terlanjur kecewa terhadap sikap instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Tenagakerja maupun Imigrasi. Instansi terkait ini menyebutkan jumlah WNA asal China yang bekerja di Meikarta masih simpang siur. “Bahkan, cenderung tidak masuk akal dibanding besarnya proyek yang sedang dikerjakan itu,” ungkap Nanang Seno.

Aksinya itu juga diikuti para Habaib dan Ulama se-Bekasi Raya.

Meski aksi sudah lewat, namun aktifis Ormas Islam di Bekasi Raya ini terus mendorong terwujudnya suasana Bekasi Raya sebagaimana tema aksi, yaitu “Jaga Bekasi Dari Virus Corona dan Usir TKA Ilegal dari Bekasi”. Mereka tergerak pernyataan salah satu anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto yang sempat menyebutkan diduga ada ribuan TKA ilegal asal china di megaproyek Meikarta yang proses pengurusan izinnya diwarnai skandal suap hingga terjerat Operasi Tangfkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ustadz Dede Sulaeman yang ikut dalam aksi itu, menambahkan, aksi tersebeut bentuk kepedulian terhadap Bekasi, karena diduga banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal dari China di megaproyek Meikarta. “Komisi IV DPRD harus melakukan pendataan kepada TKA yang bekerja di mega proyek tersebut,” ungkap Dede. @sofie