LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Jombang menilai sejumlah program sosial telah berhasil dalam upaya pengentasan kemiskinan dan terdistribusi dengan baik.

Sehingga pada tahun 2020 ini jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ada penurunan dari tahun 2019 yang berjumlah 110 ribu keluarga. Tercatat jumlah penerima KPM di Tahun ini sebanyak 85 ribu keluarga.

“Untuk jumlah KPM tahun ini di Jombang ada 85 ribu, sedangkan tahun 2019 ada 110 ribu, berdasarkan data pembaharuan yang update setiap enam bulan sekali,” terang Mundjidah Wahab, Bupati Jombang kepada wartawan usai Sosialisasi dan Launching Program Sembako tahun 2020 di ruang Bung Tomo, Pemkab Jombang.

Ada dua faktor yang menyebabkan berkurangnya hal tersebut diantaranya secara alami (hasil survey petugas), dan berkurangnya jumlah penerima program sosial di Jombang ini karena faktor exit program (graduasi).

“Termasuk keberhasilan adanya program stikersisasi yang terlaksana padatahun lalu, dimana harapannya penyaluran bantuan ini akan tepat sasaran,” bebernya.

Terkait perbedaan penyaluran program sembako tahun ini, Mundjidah menjelaskan bahwa ada tambahan dimana penerima manfaat tidak hanya mendapat beras dan telur, akan tetapi ada tambahan berupa satu kilogram daging ayam denga total semua bantuan sembako (BPNT) 2020 senilai Rp 150 ribu.

Ada beras 10 Kg, daging ayam 1 Kg, dan telur sekitar 14-16 biji, sesuai dengan harga di pasaran. Besar harapan dengan adanya program ini, kecukupan gizi akan terpenuhi dengan tambahan paket bantuan seperti ayam dan telur ini,” pungkasnya.@Obi