Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Alda terserang flu berat, jadi anak Cak Kartolo di film ‘Kartolo Numpak Terang Bulan’
Alda Yunalvita bintang layar lebar yang diunggulkan di film perdana seniman ludruk legendaris Jawa Timur, Cak Kartolo. @foto:broadcastmagz
Entertain

Alda terserang flu berat, jadi anak Cak Kartolo di film ‘Kartolo Numpak Terang Bulan’ 

LENSAINDONESIA: Namanya, Alda Yunalvita. Wajah gress di layar lebar ini, alumni SMA Negeri 2 Surabaya. Dialah bintang yang termasuk diunggulkan di film perdana seniman ludruk legendaris Jawa Timur, Cak Kartolo. Judulnya sensasional, “Kartolo Numpak Terang Bulan” atau “Kartolo NTB”.

Ihwal Alda terjerumus di layar lebar, tidak sengaja. Semula, dia cuma dapat peran jadi perempuan berkerudung bernama Mumtaz di film “Jack”. Adegan yang dimainkannya juga singkat. Tidak hanya itu. Sutradara “Jack”, Ainun Ridho yang asli “Arek Kalibutuh” Surabaya, mengarahkannya juga menempatkan di scene penghujung.

Walau begitu, film “Jack” yang banyak mengambil setting di kota Surabaya, begitu diputar di bioskop sejak
16 Mei 2019, lumayan sukses menyedot penonton. Pantas, Alda ikut merasakan euforia keberhasilan “JACK” yang diproduseri Juliantono Hadi. Crew film melibatkan siswa-siswa SMEKDOR’S .

Alda Yunalvita saat pengambilan gambar dalam sebuah adegan dari luar kota. @foto:bradcastmagz

Meski pemain gress layar lebar, Alda mengaku tidak melakukan observasi apa pun saat memerankan Mumtaz.
Kalau saja Alda tidak miliki bakat akting oke, sutradara Ainun Ridho pasti sudah menendangnya. Beruntung, Alda memainkan peran singkatnya di film yang skenario ditulis Haikal Damara, tidak mengecewakan.

“Untuk sampai observasi sebenernya tidak ada. Cuma, memang aku memahami dulu personality Mumtaz seperti apa, dan
menerapkan dalam peran dan dialog,” kata si “Ning” Alda, yang berselera Angelina Jolie & Sandra Bullock dikutip dari bradcatsmagz.

Setelah ditelisik, ternyata Alda bisa terlibat dalam “Jack”, lantaran talentanya terendus sang sutradara yang bernama lengkap Mohammad Ainun Ridho.

“Sekitar enam tahun lalu, aku ketemu Pak Ridho di acara alumni SMADA (SMA Negeri 2 Surabaya). Nah, dari situ beliau
ingin saya main di film dia. Berasa drakor (drama korea) gitu ya, ketemunya ha..ha,” kenang Ning Alda.

KARTOLO NTB

Kesungguhan Alda ikut berkreatifitas akting di film “Jack”, agaknya menjadi catatan tersendiri bagi sang sutradara Ainun Ridho. Terbukti, saat Ainun Ridho akan membesut film kedua “Kartolo Numpang Terang Bulan” alias “Kartolo NTB”, Alda kembali dicomot.

Kali ini, Ainun Ridho tidak hanya jadi sutradara. Sineas alumni IKJ yang sebelumnya dikenal sebagai sutradara dan produser film-film iklan, di film “Kartolo” ini sekaligus ia produseri sendiri.

Film “Kartolo NTB” ini berkarakter cukup unik. Ada keberanian berkaya “out of the box”. Film yang skenarionya kembali ditulis Haikal Damara –penulis skeraio “Jack”– ini menggunakan bahasa campuran alias gado-gado antara bahasa khas Suroboyoan dan bahasa Indonesia. Adegan-adegannya menggambil setting demografi Surabaya.

Sebagai alumnui dan dosen IKJ, M Ridho dalam menggarap film ini juga melibatkan tim kreatif jebolah IKJ yang asli Arek Surabaya. Sebut penata artistik atau art director-nya, Marzuki Setyo Hamid alias Kojel, misalnya.

Alda yang juga asli Arek Suroboyo, kali ini, mendapat porsi peran sangat menonjol.

Dia memerankan Sari, putri semata wayang sang karakter sentral Kartolo yang diperankan pelawak/pemain ludruk legendaris Cak Kartolo.

“Si Sari ini lahir di Surabaya, dan saat kecil dia terpaksa pindah ke luar kota, karena itu dialog akan berbahasa
Indonesia,” kata Alda.

Dalam memerankan adegan sebagai anak Kartolo, Alda merasakan tantangan yang mudah. “Tantangan di sini lebih ke perubahan emosi, ada beberapa (scene) yang berdialog sendiri. Jadi, butuh penghayatan lebih,” ungkap Alda.

Selain beradu akting yang juga tak kalah menantang dengan Cak Kartolo, Alda juga harus berakting bareng para pemain lainnya, seperti Jon yang diperankan Arief Wibisiono. Juga dalam menghadapi anak-anak kos yang menaksir Sari.

Anak-anak kos diperankan Rizky Boncel (Boncel, anak kos asal Malang), Yuliawan Krisdianto (Mat, anak kos asal Tulungagung), Wandi Marzuki (Ucup, anak kos asal Makassar), Sofiansyah Can (Simon, anak kos asal Papua).

Artinya, sebagai Sari, Alda harus membangun chemistry dengan karakter-karakter lainnya.

“Secara pribadi saya juga bukan orang yang pendiam. Untungnya, seluruh pemeran lain di film “Kartolo Naik Terang Bulan” ini sangat suportif. Sehingga, mudah untuk membangun chemistry,” kata dara yang menempatkan “Pretty Woman & Ocean’s 8” sebagai film favoritnya.

Alda mengakui selama syuting berlangsung tidak menemui kendala teknis. Justru tantangan yang dihadapi kondisi kesehatan.

“Kendala sih lebih ke menjaga kesehatan. Kemarin sempat sakit flu berat dan batuk. Tapi, untungnya gak sampai parah. Jadi, setiap kemana-mana sekarang selalu bawa vitamin,” ungkap Alda sebagaimana dikutip broadcastmagz. @licom_09