LENSAINDONESIA.COM: PT Tanrise Jaya Indonesia (Tanrise Property) tahun ini menargetkan Apartemen Kyo Society terjual 50 persen dari jumlah 400 unit untuk tahap kedua.

Patokan target tersebut merujuk pada trend profil pembelinya. Sebab saat ini pembeli didominasi oleh end user dibanding investor.

Direktur Penjualan dan Pemasaran Tanrise Property, Joseph Lukito mengatakan, trend penjualan properti saat ini memang menurun. Untuk itu, segemn end user kini lebih mendominasi karena bagi mereka keuntungan lebih jelas dengan biaya lebih fleksibel dan terjangkau.

“Bagaimana mereka nggak tertarik, kebanyakan end user Kyo Society saat ini adalah para muda yang ingin punya kosan modern. Sedangkan untuk memiliki kosan konvensional, mereka harus membeli rumah dulu. Sedangkan memiliki Kyo Society, mereka cukup bayar uang muka, bayar dicicil namun fasilitas kos nya modern dan lengkap,” papar Joseph kepada Lensaindonesia.com, Kamis (20/02/2020).

Ia menambahkan, mudahnya para kaum juda memiliki kosan ala Kyo Society ini dipermudah oleh perbankan untuk angsurannya.

“Bagaimana cara mereka untuk punya kosan jikia biayanya tinggi? Sedangkan untuk membeli unit di Kyo Society, mereka bisa mengangsur melalui bank. Sebab disadari pendapatn mereka kan nggak langsung signifikan naik untuk beli sebuah rumah,” tegas Joseph.

Sementara itu, Direktur Utama Tanrise Property, Belinda Natalia menyampaikan, apartemen ini mengangkat konsep modern Japan society dilengkapi 45 fasilitas.

“Semoga proyek ini bisa berjalan sesuai rencana dan lancar. Sehingga bisa segera serah terima kepada customer dengan waktu yang tepat,” imbuh Belinda.

Apartemen Kyo Society berjumlah total 737 unit dengan banderol mulai sari Rp 400 jutaan. Namun, untuk tahap kedua sudah mencapai Rp 500jutaan berlokasi di Jalan Raya Panjang Jiwo Surabaya. Dimana lokasi tersebut berdekatan dengan kawasan Universitas Surabaya.@Eld-Licom