LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak main-main menyikapi oknum guru SMA Negeri 12 Kota Bekasi berinisial IM yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswanya. Pemkot meminta Pemerintah Propinsi Jawa Barat (Pemprop Jabar) untuk segera memindahtugaskan IM ke luar kota Bekasi.

Permintaan Pemkot Bekasi itu disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.
Suratnya ditujukan langsung ke Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Inayatullah mengaku sangat menyesalkan kejadian oknum guru tersebut. Pihaknya telah mengajukan surat permohonan mutasi bagi oknum guru itu kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

“Kami telah membuat surat ke Gubernur Jabar mengusulkan guru tersebut agar dimutasi ke daerah lain demi menjaga kondusifitas guru yang bersangkutan dan juga siswa,” tegas Inayatullah.

Disdik Kota Bekasi dalam hal ini memang tidak mempunyai  kewenangan langsung terhadap yang bersangkutan. Namun, Inayatullah menegaskan pihaknya tetap berupaya memberikan kenyamanan kepada para siswa, utamanya dengan mengajukan mutasi.

“Kewenangan SMA/SMK memang ranahnya provinsi. Namun karena insiden tersebut berada di wilayah Kota Bekasi, kami mempunyai tanggungjawab moral untuk ikut membantu, karena menyangkut anak-anak didik yang ada di Kota Bekasi,” jelasnya.

Menurut Inay, tindakan IM kepada siswanya sangat tidak pantas. Mengingat, tugas dari seorang guru mendidik dan menjadi pengayom bagi anak didiknya.

“Saat hari kejadian, (IM) dan Kepsek kita panggil. Saya minta kepada beliau untuk meminta maaf kepada siswa-siswa dan orangtua murid supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Karena jelas memang dia sudah mengakui kesalahannya,” jelas Inayatullah.

Ia sangat berharap kejadian tersebut menjadi insiden terakhir di dunia pendidikan.

“Ini menjadi peringatan bagi kita semua, ke depan harus dibarengi juga pembinaan. Supaya ini jadi yang terakhir, jangan ada lagi tindakan kekerasan di dunia pendidikan,” tutupnya. @sofie