LENSAINDONESIA.COM: 212 Mart di Jalan Dr Soetomo No 58, Kabupaten Jombang melakukan terobosan membuka warung makan dengan sistem bayar seikhlasnya.

General Manager 212 Mart, Syarahuddin S.HI, M. AP mengatakan, terobosan ini dalam upaya pemberdayaan ekonomi ummat, tidak hanya berfikir tentang profit semata.

Diungkapkan Syarahuddin, ide membuka warung bayar seikhlasnya ini berawal dari pengalaman pribadi tentang bagaimana bisa berbagi dan juga keyakinan yang kuat, bahwa rezeki sudah ada yang menjamin dan tidak mungkin tertukar sesuai dengan catatan masing-masing.

“Di sini kita berbisnis dan juga berbagi. Harapannya bisa menumbuhkan rasa berbagi kepada sesama. Kita yakin apa yang diberikan ini menjadi lahan dan jalan kemudahan dalam hal apapun, karena kunci sukses itu dengan bersedekah,” terang pria yang akrab disapa Bang Reza ini kepada lensaindonesia.com, Jumat (21/02/2020).

Aktivis senior HMI Jombang ini tidak menampik bila ide mendirikan warung makan seikhlasnya ini sempat diwarnai perbedaan pendapat di jajaran manajemen. Akan tetapi, lanjut dia, gagasan ini akhirnya mendapat persetujuan DR Siswanto, MM selaku Ketua Umum Koperasi Syariah Ukhuwah Maslahat Izzah (KS UMI). “Jadi 212 Mart tidak hanya fokus pada ritel semata, tetapi juga berfikir tentang berdayanya ummat,” bebernya.

Alumnus Fakultas Hukum Syariah Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum (Unipdu) Jombang ini membantah bila brand ‘212’ memiliki kaitan dengan gerakan politik tertentu.

Reza menegaskan, 212 Mart di Jombang ini merupakan murni kegiatan usaha toko permodalan dari KS UMI. “Tidak terkait dengan politik manapun, murni kegiatan pemberdayaan ekonomi ummat, siapapun boleh berbelanja dan berbagi melalui warung 212 Mart,” ujarnya.

Sementara itu, Faizuddin (35) seorang konsumen 212 Mart mengaku sangat mengapresiasi minimarket yang memberikan servis makan bayar seihklasanya. Apalagi, pelayanan di 212 Mart juga sangat baik.

“Setahu saya yang namanya toko berbentuk ‘mart’ itu kapitalis murni tanpa ada berbagi dalam keuntungannya untuk konsumen, Terapi beda, tidak berfikir keuntungan,” pungkasnya.@Obi