LENSAINDONESIA.COM: Hasil survei sementara polling Lensaindonesia.com untuk bakal calon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2020 pada Kamis (20/02/2020) pukul 21.00 WIB malam bersaing ketat, nama KH Zahrul Azhar Asaad atau yang akrab dipanggil Gus Hans dan Fandi Utomo.

Polling LensaIndonesia: https://www.lensaindonesia.com/poll/siapa-calon-walikota-surabaya-pilihan-anda-yuuk-ikuti-pollingnya

Survei melalui polling pembaca online yang dilauncing sejak tanggal 18 Februari 2020 tersebut menempatkan nama Gus Hans memimpin sementara dengan perolehan 378 votes.

Sementara di posisi kedua ada nama Fandi Utomo dengan meraih 338 votes.

Di urutan ke tiga ditempati Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi (49) votes, disusul mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (44) votes, lalu Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana (31) votes, kemudian Dyah Katarina (14) votes, dan terakhir Armudji (10) votes.

Bila dihitung dari jumlah pemilih yang berpartisipasi sebanyak 864 voters, Fandi Utomo meraih dukungan 39,1%. Sedangkan politisi Golkar Gus Hans meraih 43,7% suara voters. Ada pun mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin yang telah banyak mengumpulkan dukungan parpol masih mendapat 5,09 persen voters.

Menurut pakar politik dari Merah Putih Riset Strategi, Ezith Perdana Estafeta, munculnya dua nama teratas membuktikan konstalasi politik menjelang pelaksanaan Pilkada Surabaya 2020 masih cukup dinamis. Apalagi menurut ia, hingga saat ini masih belum dipastikan siapa bakal calon yang akan maju menggantikan posisi Wali Kota Tri Rismaharini.

“Kontestasi pemilihan Wali Kota Surabaya berlangsung sangat ketat. Hal ini bisa dilihat dari penjajakan partai dalam rangka memberikan rekomendasi untuk calon-calon wali kota yang akan bertarung memperebutkan posisi wali kota dan wawali,” kata Ezith kepada Lensaindonesia.

Ia menjelaskan, poros pertama tentunya ada pada kendali partai incumbent PDIP sebagai pemilik kursi terbanyak. PDIP mempunya 15 kursi sehingga dapat mengusung calon sendiri dan sudah berkuasa selama 20 tahun memimpin di Surabaya. Namun, Ezith memprediksi kekuatan PDIP tergantung pada figur yang akan diusung yang hingga sekarang masih gamang.

“Sebut saja ada Whisnu Sakti Buana, Dyah Katarina, Armuji, bahkan ada rumor bahwa Puti Guntur (DPR RI Dapil) akan diturunkan untuk Pilwali Surabaya. Sedangkan Eri Cahyadi (Birokrat, Kepala Bappeko Surabaya) juga berupaya utk mendapatkan rekom dari PDIP dan ada spanduk yang menyatakan dirinya didukung oleh Wali Kota Tri Rismaharini,” jelasnya.

Menurut Ezith, kekuatan poros utama tentunya mendapat tantangan dari koalisi partai yang sudah terbentuk mulai dari PKB, PAN, Gerindra, PPP, yang terbaru Nasdem kita sebut dengan poros kedua.

“Kekuatan rombongan koalisi besar ini sudah mendeklarasikan untuk mengusung Machfud Arifin (Mantan Kapolda Jatim) sebagai Calon Walikota Surabaya,” jelasnya.

Karena itu, Ezith menyebutkan tidak menutup kemungkinan poros ketiga Golkar, PKS, PSI, Demokrat yang belum menentukan pilihan calonnya akan membentuk poros baru dengan mengusung calon seperti Fandi Utomo (Mantan DPR RI), Gus Hans (Tokoh Kiai), dr.Gamal Albinsaid (Tokoh Muda Inspiratif), Pengacara Hariyanto (Cak Har), Jenderal Untung Suropati, Lia Istifama (Tokoh muda NU).

“Sedangkan poros keempat adalah calon Independen yang sudah mendeklarasikan diri sejak lama yaitu Pengacara M.Soleh dan Budayawan Taufik Monyong. Namun poros ini ditentukan dalam Februari ini. Apakah mereka lolos ke KPU atau tidak,” katanya.@wan