LENSAINDONESIA.COM: Petugas Reskrim Polres Tulungagung diback up Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (22/2/2020) sekitar pukul 23.20, menggerebek rumah kos di Jl Nias no 10, Surabaya.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan pasangan berinisial R dan M, yang diduga terkait kasus tewasnya Miratun (68) warga Ngunut, Tulungagung, pemilik kost yang dihabisi dengan cara dibekap bantal dan digulung kasur.

Kapolsek Gubeng Kompol Naufil Hartono saat dikonfirmasi terkait hal ini, membenarkan ada penggerebekan di wilayah hukumnya. “Memang semalam ada penggerebekan di tempat kos Jl Nias. Namun untuk lebih jelasnya, silakan konfirmasi ke Polrestabes Surabaya ya Mas,” jelasnya kepada Lensa Indonesia, Sabtu (22/02/2020) siang.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku belum mendapat laporan. “Saya belum mendapat laporan anggota. Silakan konfirmasi ke pihak Polres Tulungagung,” jawabnya.

Sumber Lensa Indonesia di Kepolisian menyebutkan bahwa dalam penggerebekan di tempat kos seharga Rp 1,6 juta per bulan itu, polisi mengamankan Rian alias Ricky alias Kiki dan pasangannya Minka. Keduanya lalu dibawa ke Mapolrestabes Surabaya dan pagi tadi diberangkatkan ke Tulungagung.

Perlu diketahui, korban Miratun (68) ditemukan tewas dibekap bantal oleh salah satu penghuni kos, Jumat (14/2/2020) lalu, sekitar pukul 00.00 WIB. Saksi mengetahui hal ini setelah curiga melihat pintu yang biasa terkunci, justru terbuka. Saat masuk, dia melihat tubuh sang ibu kos sudah tak bernyawa. @rofik