LENSAINDONESIA.COM: Terkait kembali digelar Pilkada Serentak 2020, Sekjen Koordinator Nasional (Kornas) Jokowi Centre menilai bangsa Indonesia adalah bangsa basar yang melaksanakan Pemilunya secara demokratis.

Beberapa saat kedepan bangsa ini memasuki tahapan Pesta Demokrasi dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020
di 270 Daerah. Rinciannya, 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota yang akan dilaksanakan pada 23 September 2020.

Sekjen Kornas Jokowi Centre, Imanta Ginting menyampaikan, besarnya kompleksitas dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak itu bukan berarti tidak akan menuai kekurang disana sini, baik dari sisi penyelenggaraan maupun dari sisi peserta /kontestan Paslon dan Pendukungnya.

“Untuk memgantisipasi dampak negatif dari Pilkada Serentak tersebut, kita berharap KPU sebagai Penyelengara dapat bersiap dan mempersiapkan tahapan tahapan dengan baik,” jelas Imanta Ginting.

Pasangan Paslon, lanjut Imanta, juga dituntut harus berkompetisi secara baik dan sehat sesuai ketentuan Pemilukada dan Nilai Nilai Kebangsaan Kita.

“Mari kita rajut persatuan dalam Kompetensi Demokrasi Indonesia dalam bingkai Pancasila dan Ke-Bhinekaan Kita.
Kita jauhi praktek politik SARA, kita tolak praktik politik uang, dan kita hindari penyebaran hoak, ujaran Kebencian dan provokasi selama masa kampanye,” katanya.

“Biarlah rakyat memilih dan menggunakan haknya secara bebas dan dengan hati yang bersih untuk kepastian mendapatkan
pemimpin atau kepala daerah yang berpihak kepada kepentingan kemajuan Bangsa dan kesejahtraan rakyat sesuai amanat
Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Imanta. @jrk